Tautan-tautan Akses

Hasil Temuan Survei, Sebagian Besar Remaja AS Tidak Lagi Aktif di Media Sosial


ARSIP – Foto yang diambil hari Senin, 4 Juni 2012 menunjukkan seorang remaja putri memeriksa akun Facebooknya lewat komputer di Palo Alto, California (foto: (AP Photo/Paul Sakuma, Arsip)

Hasil temuan survei baru-baru ini menunjukkan, 60 persen remaja di AS tidak lagi aktif di media sosial - sebagian besarnya atas dasar sukarela.

Stereotip yang melekat pada remaja adalah mereka tidak dapat lepas dari telepon pintarnya. Namun 60 persen dari remaja di AS ternyata tidak lagi aktif di media sosial – sebagian besarnya atas dasar sukarela, demikian temuan dari survei baru-baru ini.

Survei yang dilaksanakan oleh The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research, melaksanakan survei terhadap remaja usia 13 hingga 17 tahun dan kebanyakan menghargai adanya perasaan terhubung dengan teman dan keluarga yang diberikan oleh media sosial. Angka yang jauh lebih kecil menghubungkan media sosial dengan emosi yang bersifat negatif, seperti dilanda atau adanya kebutuhan untuk selalu memamerkan diri mereka.

Hasil survei yang dirilis hari kamis, menemukan periode waktu dimana kaum remaja meninggalkan media sosial bisa berlangsung selama satu minggu atau lebih, dan anak lelaki lebih mungkin untuk meninggalkan media sosial dalam periode yang lebih lama.

Responden diizinkan untuk menyebutkan berbagai alasan mereka meninggalkan media sosial. Hampir dua pertiga remaja yang meninggalkan media sosial setidaknya menyebutkan satu alasan berdasarkan atas kerelaannya. Amanda Lenhart, peneliti utama dan pakar tentang kaum muda dan penggunaan teknologi, mengatakan ia terkejut dengan hasil ini, karena menampik semua pernyataan luas yang menyatakan remaja “terbelenggu” pada profil media sosial mereka.

Kaum remaja sekarang mungkin tidak ingat masa sebelum adanya media sosial. MySpace didirikan tahun 2003. Seandainya masih ada, usianya hari ini sudah 14 tahun. Facebook setahun lebih muda. Instagram diluncurkan tahun 2010. Untuk orang dewasa agar dapat memahami bagaimana rasanya bagi seseorang yang tumbuh dengan fasilitas tersebut dan diminta untuk meninggalkan media sosial, coba untuk meninggalkan e-mail atau telepon anda – selama beberapa minggu.

Di antara remaja yang dengan sukarela meninggalkan media sosial, 38 persen menyatakan media sosial mengganggu kerja dan sekolah mereka. Hampir seperempat menyatakan mereka lelah dengan semua “konflik dan drama” dan 20 persen menyatakan mereka lelah dengan keharusan untuk mengikuti apa yang terjadi di sekitarnya.

Hampir setengah dari remaja yang meninggalkan media sosial menyatakan mereka terpaksa melakukannya. Ini termasuk 38 persen yang menyatakan orang tua mereka menyita telepon dan komputer mereka dan 17 persen yang menyatakan teleponnya hilang, rusak, atau dicuri. [ww]

XS
SM
MD
LG