Tautan-tautan Akses

AS

Dubes AS di PBB Serukan Sidang Darurat DK Mengenai Situasi Iran


Duta Besar AS di PBB, Nikki Haley berbicara kepada media di markas PBB di New York hari Selasa (2/1).

Duta Besar AS di PBB, Nikki Haley mengatakan hari Selasa (2/1), dunia tidak boleh diam dalam menghadapi demonstrasi politik melawan pemerintah Iran dan harus membantu 'memperkuat' suara para pemrotes.

Pada sebuah konferensi pers yang tergesa-gesa, Duta Besar Haley mengatakan, Amerika akan berusaha mengambil langkah di PBB.

"Kita tidak boleh berdiam diri. Rakyat Iran menuntut kebebasan. Semua orang yang mencintai kebebasan harus mendukung perjuangan mereka," kata Haley.

Sebagai pengecam lantang pemerintah Iran, Haley mengatakan bahwa dia akan meminta diadakan sidang darurat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Iran itu dan juga di Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang berkantor di Jenewa.

Belum diketahui, apakah Dewan Keamanan PBB setuju mengadakan sidang mengenai demonstrasi itu, karena tugas Dewan Keamanan adalah menangani hal-hal yang mengancam perdamaian internasional, bukan masalah domestik.

Sementara pilihan Haley terhadap Dewan Hak Asasi Manusia mengejutkan kalangan diplomatik, karena sebelumnya dia menyebutnya "sebuah forum untuk politik, kemunafikan dan penghindaran" karena kecaman Dewan terhadap Israel.

Dalam sebuah wawancara dengan penyumbang VOA Greta Van Susteren, Penasihat Keamanan Nasional AS, H.R. McMaster mengatakan, rakyat Iran merasa frustrasi dengan sebuah rezim yang lebih berfokus mengekspor terorisme daripada memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

"Jadi, penting untuk memungkiri rezim itu dari sumber-sumber yang dibutuhkannya guna melanjutkan kampanye pembunuhannya. Demikian pula diplomasinya, tetapi juga sanksi-sanksinya, dan kita melihat orang Iran mengekspresikan ketidaksenangan mereka terhadap sifat rezim itu, bagaimana perlakuannya terhadap mereka tetapi juga bagaimana perlakukannya terhadap bagian selebihnya dunia," ujar McMaster.

Pemerintahan Trump akan mendapat kesempatan akhir bulan ini untuk memberlakukan kembali atau mengenakan sanksi baru terhadap Iran, ketika tiba saatnya bagi Perjanjian Nuklir 2015 untuk disertifikasi ulang tiap 90 hari.

Presiden mendisertifikasi perjanjian era Obama itu pada bulan Oktober, mengajukannya ke Kongres untuk meninjau sanksi yang berlaku, namun Kongres tidak melakukan apapun. Sekarang Kongres mungkin lebih berselera untuk menerapkan tekanan politik pada pemerintah Iran.

Tapi untuk tujuan apa? Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders ditanya apakah Washington ingin melihat perubahan rezim di Teheran.

"Saya pikir tujuan akhir ialah supaya warga dan rakyat Iran diberi hak asasi yang pokok. Dan dia pasti ingin melihat pemerintah Iran berhenti menjadi negara sponsor teror. Saya pikir itu sesuatu yang ingin dilihat seluruh dunia," kata Sanders.

Perubahan apa yang dibawa oleh demonstrasi ini, masih belum terlihat. [ps/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG