Tautan-tautan Akses

DPRD Pasuruan Yang Dideportasi Otoritas Turki, Tidak Terkait ISIS

  • Fathiyah Wardah

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Boy Rafli Ammar (Foto: dok).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasuruan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nadir Umar dan aktivis Lembaga Dakwah Nusantara Budi Mastur akhirnya hari Senin (10/4) dipulangkan oleh Densus 88 Anti Teror karena tidak berpotensi terlibat dalam kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sebelumnya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasuruan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nadir Umar dan aktivis Lembaga Dakwah Nusantara Budi Mastur sempat dibawa ke Jakarta dan diperiksa Detasemen Khusus 88 Anti Teror Kepolisian Indonesia terkait keberangkatannya ke Turki. Mereka diinterogasi Densus 88 Anti Teror di Rumah Perlindungan Sosial Bambu Apus, Jakarta Timur setibanya di Indonesia setelah mereka dideportasi dari Turki.

Politikus PKS tersebut dipulangkan paksa oleh otoritas Turki karena diduga ingin menyeberang ke Suriah untuk menyalurkan bantuan US$29 ribu atau sekitar 387 juta rupiah kepada para pengungsi atau korban konflik Suriah.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Boy Rafli Ammar kepada wartawan, Senin (10/4) menegaskan bahwa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasuruan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nadir Umar dan aktivis Lembaga Dakwah Nusantara Budi Mastur bukan ditangkap tetapi dijemput oleh Densus 88 Anti Teror.

Penjemputan tersebut kata Boy dilakukan karena hal itu merupakan prosedur apabila seseorang dideportasi dari Turki, negara yang berbatasan dengan Suriah. Ini lanjutnya merupakan bentuk pencegahan karena banyak orang yang pergi ke Suriah melalui Turki.

"Jadi yang bersangkutan ini bukan ditangkap,ini adalah prosedur yang dikerjakan oleh kita bekerjasama dan berkomunikasi dengan kementerian lembaga terkait dan juga negara asal yang dalam hal ini kita intens berkomunikasi berkaitan dengan Malaysia dan Turki, di mana beberapa warga negara kita yang akan berangkat ke Suriah itu selalu melewati negara-negara ini dan sudah ada kesepakatan memang dari hasil kerjasama apabila otoritas setempat menemukan hal-hal yang dirasa janggal kemudian akan mengembalikan kepada negara asal," jelas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Ammar.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menjelaskan bahwa keberangkatan kadernya ke negara tersebut untuk menyalurkan bantuan.

"Dan sudah membawa bantuan. Menjadi masalah karena beliau mendapatkan informasi bahwa sebagaimana ke Turki itu visa-nya bisa on arrival maka ke Lebanon pun juga bisa on arrival ternyata berbeda. Waktu beliau berangkat ke Lebanon ternyata peraturannya berbeda sehingga dideportasi balik ke Turki," jelas Hidayat Nur Wahid.

Nadir tercatat berangkat ke Turki dari Bandung pada 31 Maret lalu. Ia ditemani aktivis Lembaga Dakwah Nusantara Yaitu Budi Mastur. Setiba di Istambul, keduanya dijemput anggota Qouri Umah, lalu menuju Kota Gaziantep di bagian barat Turki untuk menyalurkan bantuan. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Rayhanli, perbatasan Turki dan Suriah.

Pada 4 April lalu, Nadir dan Budi berangkat ke Libanon dari Istambul. Visa keduanya ditolak Lebanon sehingga mereka dikembalikan ke Istambul. Imigrasi Turki lalu menginterogasi keduanya karena diketahui telah memasuki daerah perbatasan. Imigrasi Turki akhirnya memutuskan untuk mendeportasi mereka ke Indonesia. [fw/ds]

XS
SM
MD
LG