Tautan-tautan Akses

Dongkrak Ekonomi, DKI dan Jabar Pinjam Rp 16 T


Seorang pedagang ikan mengenakan masker di tengah pandemi corona di sebuah pasar di Jakarta, 24 Juni 2020. (Foto: dok).

Pemprov DKI Jakarta dan Jabar mendapat pinjaman triliunan Rupiah dari PT Sarana Multi Infrastruktur SMI untuk memulihkan ekonomi yang terdampak Covid-19.

DKI Jakarta mendapat pinjaman Rp 12,5 triliun dan Jawa Barat menerima Rp 4 triliun dari pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (persero). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dua daerah ini dipilih karena besar pengaruhnya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau Indonesia.

"DKI itu kalau tidak salah 18 persen. Kalau DKI dan Jawa Barat bisa bangkit, dua itu sudah mungkin 30 persen dari seluruh GDP (PDB.red) Indonesia," ungkapnya dalam konferensi pers usai penandatanganan perjanjian di Jakarta, Senin (27/7) pagi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (courtesy: Kemenkeu)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (courtesy: Kemenkeu)

Kementerian Keuangan mencatat, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada kuartal I 2020 sebesar 5,06 persen, capaian terendah dalam 10 tahun terakhir. Sementara pertumbuhan ekonomi Jawa Barat juga mengalami penurunan pada kuartal I 2020 yakni hanya sebesar 2,7 persen. Angka ini turun jauh dibandingkan kuartal I 2019 yang mencapai 5,39 persen.

Sri Mulyani mengatakan, pihaknya sedang mengkaji daerah-daerah lain seperti Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dia mendorong para pemimpin daerah segera mengajukan secara resmi kebutuhan pinjamannya.

“Mereka memiliki proyek-proyek yang memang sudah siap untuk disampaikan, untuk dilakukan eksekusinya. Dan sebetulnya kita melakukan beberapa apa yang disebut relaksasi, seperti tadi dari DPRD-nya, sehingga bisa dipercepat,” imbuh mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Jika dinilai berhasil, tambah Sri, program pemberian pinjaman ini akan ditingkatkan volume dan bentuknya. Dia pun telah meminta Dirjen Anggaran dan Dirjen Perimbangan Keuangan untuk mendukung program di daerah yang bagus.

“Pemerintah pusat akan mendorongnya melalui belanja dari kementerian/lembaga. Jadi kami menyesuaikan dengan keinginan dari daerah untuk memperbaiki berbagai indeks kesejahteraan masyarakat,” tambahnya lagi.

Pemerintah melalui APBN TA 2020 telah mengalokasikan total dana sebesar Rp695,2 Triliun. Khusus dukungan untuk pemerintah daerah sebesar Rp23,7 Triliun yang terdiri dari Dana Insentif Daerah (DID) Tambahan Pemulihan Ekonomi sebesar Rp5 Triliun, cadangan DAK Fisik sebesar Rp8,7 Triliun.

DKI dan Jabar Yakinkan COVID-19 Terkendali

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, usai menandatangani pinjaman, mengatakan dana itu akan dialokasikan untuk pengendalian banjir, air minum, sampah, infrastruktur transportasi, pariwisata, kebudayaan, dan olahraga.

Kiri ke kanan: Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, GUbernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai menandatangani pinjaman dana dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). (Sumber: KemenkeuRI)
Kiri ke kanan: Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, GUbernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil usai menandatangani pinjaman dana dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). (Sumber: KemenkeuRI)

Untuk meyakinkan para pelaku ekonomi, Anies mengatakan kegiatan testing dan tracing di Jakarta sudah naik jauh. Saat ini, DKI Jakarta melakukan 38.000 tes polymerase chain reaction (PCR) per minggu, melebihi standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). "Dengan begitu kita bisa mengidentifikasi pribadi-pribadi yang telah terpapar, agar mereka bisa isolasi agar tidak terjadi penularan lebih jauh,” terangnya.

Dia mengatakan, positivity rate di DKI Jakarta saat ini bergerak di antara 5,2 - 5,8 persen. Positivity rate adalah jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 dibandingkan dengan jumlah tes yang dilakukan.

"Ini adalah usaha kita untuk membuat masyarakat memiliki rasa tenang bahwa pemerintah melaks semua langkah yang benar untuk menangani Covid,” tambahnya.

Senada, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berupaya meyakinkan para pelaku ekonomi bahwa wabah dapat dikendalikan. Saat ini, Jabar mampu melakukan 15-20 ribu tes PCR tiap minggu.

"Positivity rate-nya 4,7 persen. Alhamdulillah, maka bapak ibu bisa monitor tiap minggu kasus kami di bawah 100, ada 30, 70, 60 (per minggu). Bisa diklaim terkendali,” pungkasnya dalam kesempatan yang sama.

Dia mengatakan, berdasarkan kajian, pertumbuhan ekonomi Jabar dapat mencapai 2 persen atau positif 2,3 persen.

"Kami akan kerja keras supaya mengejar yang 2,3 persen positif. Tentunya kalau Jawa Barat terkerek tentunya nasional terbawa naik, dengan populasi kami yang sangat besar,” tambahnya. Namun dia menegaskan, ketika kegiatan ekonomi dibuka, masyarakat harus disiplin mengikuti protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak. [rt/ft]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG