Tautan-tautan Akses

Dokter Gigi Indonesia: Mencegah Lebih Baik dari Mengobati


David Taylor (9 tahun), mulai menyikat giginya setelah makan siang di Moscow, Idaho. Ini adalah bagian dari program yang dimulai oleh Dokter Gigi Rich Bailey untuk membantu mempromosikan kesehatan gigi, 12 Maret 2010. (Foto: AP/Kyle Mills)

Dua dokter gigi perempuan Indonesia mengadakan konsultasi dan seminar kesehatan gigi gratis di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC baru-baru ini. Tujuan lokakarya itu adalah untuk menekankan ‘pencegahan lebih baik dari pengobatan.

Layanan kesehatan adalah isu global. Amerika juga menghadapi masalah asuransi kesehatan. Menurut data Biro Sensus AS, 27.5 juta warga Amerika tidak mempunyai asuransi kesehatan di tahun 2018, meningkat 1.9 juta dari tahun 2017. Situasi ini lebih buruk untuk para imigran di Amerika, menurut penelitian Kaiser Family Foundation tahun 2017, warga imigran berpeluang dua kali lipat tidak punya asuransi dibandingkan warganegara Amerika

Menyikapi hal ini, kesehatan para diaspora Indonesia menjadi salah satu prioritas Kedutaan Besar RI di Amerika. Baru-baru ini sekelompok dokter gigi yang terdiri dari Dokter Ranti Ariani, dokter diaspora Indonesia di Presidential Dental di Philadelphia dan Maryland, Dokter Kania Putriani, dokter gigi dari Indonesia, menyelenggarakan workshop kesehatan gratis yang didukung oleh KBRI.

Dokter Ranti mengatakan kepada VOA, misi mereka adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan berbagai penyakti serius melalui perawatan kesehatan gigi dan mulut. Pendapat senada juga disampaikan dokter Kania yang menekankan bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Peran kedua dokter perempuan itu dibantu oleh Rich Bennet seorang tenaga medis higienis.

Seorang gadis berlatih cara yang benar untuk menyikat giginya di Oldenburg, Jerman. (Foto: AP/Joerg Sarbach)
Seorang gadis berlatih cara yang benar untuk menyikat giginya di Oldenburg, Jerman. (Foto: AP/Joerg Sarbach)

Workshop ini juga menyediakan pemeriksaan kesehatan dasar dan rekomendasi menyesuaikan kebutuhan para peserta. Sesi tanya jawab merupakan bagian penting menggali informasi bagi hadirin. Peserta juga bisa konsultasi pemeriksaan gigi dan mulut gratis dengan teknologi intra oral camera. Salah seorang diantara pengunjung adalah Emmi Roche.

Suasana informal dan rileks membantu para peserta diaspora Indonesia mendapatkan layanan dan informasi kesehatan. [vm]

XS
SM
MD
LG