Tautan-tautan Akses

Diskusi, Konser Virtual, dan Pemutaran Film Ramaikan “Habibie Day”


Mantan presiden B.J. Habibie saat menghadiri pidato Presiden AS Barack Obama di Universitas Indonesia, Jakarta, 10 November 2010. (Foto: AP)

Diskusi, konser virtual, dan pemutaran film siap meramaikan peringatan hari ulang tahun mendiang mantan presiden Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie pada Kamis (25/6) malam.

Lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936, dan tutup usia pada 2019 lalu, presiden ketiga Indonesia itu dikenal luas sebagai “bapak teknologi.”

Tidak hanya mendorong kemajuan industri dirgantara, Habibie membuat banyak terobosan penting pada era reformasi. Antara lain dengan mengurangi kontrol atas kebebasan berpendapat dan berorganisasi, membebaskan seluruh tahanan politik era Orde Baru, melahirkan Undang-Undang (UU) Otonomi Daerah, UU Anti Monopoli dan perubahan UU Partai Politik.

Beliau juga memastikan dukungan masyarakat internasional untuk memulihkan kondisi perekonomian yang carut marut pasca reformasi.

Habibie dikenal sangat mencintai dunia seni, terbukti dengan keberadaan Yayasan Habibie-Ainun yang kini dipimpin putranya, Ilham A. Habibie. Yayasan ini ikut mendorong dunia film, musik dan sastra Indonesia.

Tidak mengherankan ketika hari lahirnya tahun ini diperingati dengan menggelar diskusi, konser virtual dan pemutaran film “Habibie-Ainun.” Diskusi akan dipimpin langsung oleh Ilham Habibie. Sementara pianis terkemuka Ananda Sukarlan bersama empat musisi lain menggelar konser virtual, yang disiarkan secara langsung dari perpustakaan Habibie-Ainun di Jakarta.

Konser Virtual Istimewa Ananda Sukarlan

“Konser ini diilhami dari keberhasilan konser virtual berjudul “Intimate Inspirations” yang digagas Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru di bawah Dirjen Kebudayaan, Kemdikbud,” ujar Ananda Sukarlan ketika diwawancarai melalui telepon, Senin (22/6).

“Saya memang awalnya tidak terlalu suka konser virtual, tetapi belajar dari keberhasilan konser akhir Mei lalu, saya ingin membuat sesuatu yang istimewa untuk Pak Habibie,” imbuhnya.

Komposer dan pianis Ananda Sukarlan (kiri), Ilham A. Habibie (kedua dari kiri), dan Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat persiapan konser virtual memperingati hari ulang ta
Komposer dan pianis Ananda Sukarlan (kiri), Ilham A. Habibie (kedua dari kiri), dan Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat persiapan konser virtual memperingati hari ulang ta

Dalam konser nanti, Ananda akan memainkan empat karya penting. Yang pertama adalah "Rapsodia Nusantara Nomor 5," yang berisi lagu-lagu dari Sulawesi Selatan untuk menghormati tempat kelahiran Habibie, yaitu Parepare. Mendiang Habibie sendiri berdarah Gorontalo.

Karya kedua yang akan dibawakannya adalah "Rapsodia Nusantara Nomor 26" yang diciptakannya pada September lalu. Karya itu berisi lagu-lagu dari Pulau Nias. Meski Pulau Nias tak ada hubungannya dengan kehidupan Habibie, "Rapsodia Nusantara Nomor 26" dipilih karena ketika sedang mengerjakan karya itu lah, Ananda mendengar lelayu berpulangnya Habibie.

“Ada bagian yang sangat sedih dalam komposisi-komposisi itu, yang memang menggambarkan kesedihan saya ketika mendengar kabar kepergian Pak Habibie,” ujar Ananda.

Konser virtual yang akan berlangsung selama satu jam, juga menghadirkan empat musisi lain yang bermain dari empat lokasi berbeda. Mereka adalah pemain biola Giovani Biga, pemain cello Bryant Gozali, pianis Michael Anthony, dan vokalis Pepita Salim. Konser virtual yang disiarkan langsung dari perpustakaan Habibie-Ainun di Jakarta mulai pukul 19.00 WIB dapat disaksikan juga di kanal YouTube.com/budayasaya.

Upacara pemakaman mantan presiden B.J. Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata, 12 September 2019.
Upacara pemakaman mantan presiden B.J. Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata, 12 September 2019.

Tribute dalam Tribute

Ananda juga akan memainkan karya-karyanya yang khusus dibuat berdasarkan puisi-puisi karya Sapardi Djoko Darmono. Ia menyebut konser virtual ini juga sekaligus sebagai “tribute” atau penghormatan pada Sapardi, penyair berusia 80 tahun yang sedang sakit.

“Ini jadi semacam tribute di dalam tribute untuk Pak Habibie dalam apa yang saya sebut sebagai hari istimewa – Habibie Day!” ujar Ananda.

Selain karya-karya khusus terinspirasi puisi, Ananda juga berencana memainkan karya-karya dari Chamber Symphony yang dibuat Ananda sejak 2014 atas permintaan Habibie.

Sayangnya karena aturan menjaga jarak aman selama masa pandemi., karya-karya itu hanya dimainkan oleh lima musisi. Sebelum pandemi, karya itu dimainkan oleh Chamber Symphony dengan banyak musisi.

“Maklum lah lagi zaman corona, kami harus mengindahkan pembatasan fisik dan hal-hal lain,” tambah musisi bertangan dingin ini.

Film “Habibie-Ainun” Kembali Diputar untuk Publik

Peringatan ulang tahun B.J. Habibie akan diakhiri dengan pemutaran film “Habibie-Ainun” di TVRI. Film ini diangkat dari memoar yang ditulis Habibie sendiri tentang kisah hidupnya bersama istrinya, Hasri Ainun Habibie.

Film drama romantis itu dirilis pada 2012. Dibintangi oleh Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari, film itu sempat mencuri perhatian publik dan memenangkan banyak penghargaan dalam Festival Film Indonesia 2013. Keberhasilan film “Habibie-Ainun” membuat produser melanjutkan dengan “Rudy Habibie” pada 2016 dan “Habibie-Ainun 3”, film prekuel “Habibie-Ainun.” [em/ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG