Tautan-tautan Akses

AS

Direktur Komunikasi Gedung Putih Mundur


Mike Dubke, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur bidang komunikasi Gedung Putih (foto: dok).

Direktur bidang komunikasi Gedung Putih telah mengundurkan diri dalam apa yang mungkin merupakan perubahan pertama dalam staf senior Presiden Donald Trump ketika Trump berusaha menanggapi penyelidikan atas para pembantunya terkait Rusia.

Mike Dubke, seorang konsultan Partai Republik, meninggalkan pos komunikasi setelah hanya tiga bulan bertugas. Dubke mengundurkan diri dua minggu yang lalu, tetapi baru berlaku setelah Presiden Trump mengakhiri lawatannya ke Timur Tengah dan Eropa.

Gedung Putih mengatakan Dubke akan tetap berada di posisinya sampai ditunjuk penggantinya.

Tidak ada perubahan staf Gedung Putih lainnya yang diumumkan, tetapi menurut laporan, Trump sedang mempertimbangkan beberapa langkah dengan harapan dapat memberikan penampilan pemerintahnya yang lebih baik kepada rakyat Amerika.

Presiden Trump dan para pembantu dekatnya menghadapi kemungkinan penyelidikan selama berminggu-minggu atau berbulan bulan tentang hubungan mereka dengan Russia. Seorang penyidik khusus telah ditunjuk untuk menyelidiki apakah pejabat kampanyenya secara ilegal bekerjasama dengan pejabat Rusia untuk membantunya menang dalam pemilihan, dan beberapa komisi kongres juga sedang mengumpulkan fakta tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden.

Trump sering membantah tuduhan bahwa Rusia membantunya memenangkan pemilihan dan hari Selasa, dalam sebuah komentar Twitter, menyebutnya sebagai "alasan yang konyol" oleh golongan Demokrat karena kalah dalam kampanye mencapai Gedung Putih.

Berita-berita Amerika dalam beberapa hari terakhir mengatakan Trump telah semakin kecewa laporan mengenai Rusia mengganggu Gedung Putih dan usahanya untuk merombak undang-undang asuransi perawatan kesehatan nasional yang diperjuangkan oleh pendahulunya, Barack Obama, usaha pemotongan pajak, dan perubahan kebijakan imigrasi.

Dalam komentar Twitter lainnya, Trump mengatakan Senat yang beranggotakan 100 orang itu harus mengubah peraturannya tentang perlunya mayoritas 60 suara untuk menyetujui undang-undang penting dan beralih ke sistem mayoritas sederhana yang hanya membutuhkan 51 suara untuk menyetujui RUU perawatan kesehatan dan undang-undang pajak dengan "cepat dan mudah.

Trump juga mengharapkan dukungan kelompok Demokrat untuk itu. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG