Tautan-tautan Akses

AS

Trump Bela Penasihat yang Juga Menantunya, Jared Kushner


Presiden AS Donald Trump bersama Jared Kushner (kiri) dan Ivanka Trump (foto: dok).

Presiden Amerika Donald Trump membela Jared Kushner – menantu dan penasihat senior Gedung Putih – yang menurut sejumlah laporan media berupaya membentuk saluran komunikasi rahasia dengan pejabat-pejabat Rusia, beberapa minggu sebelum Trump dilantik 20 Januari lalu.

“Jared melakukan pekerjaan luar biasa untuk negara ini,” demikian ujar Trump pada suratkabar New York Times Minggu malam (28/5).

“Saya sangat percaya padanya. Ia dihormati semua orang dan sedang mengerjakan program-program yang akan menghemat jutaan dolar bagi negara ini. Sebagai tambahan dan mungkin yang paling penting, ia seorang yang sangat baik,” tambah Trump.

Jared Kushner yang berusia 36 tahun adalah eksekutif real-estate di New York sebelum menjadi staf Gedung Putih. Ia menikah dengan putri tertua Trump – Ivanka – yang juga menjadi penasihat Gedung Putih.

Menurut beberapa laporan, Kushner berupaya membentuk jalur komunikasi rahasia dengan Rusia ketika ia bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk Amerika Sergey Kilsyak Desember lalu. Kuasa hukum Kushner mengatakan ia bersedia bekerjasama dengan tim penyelidik Kongres tentang hubungan kubu kampanye Trump dengan pejabat-pejabat Rusia.

Tuduhan adanya hubungan Kushner dalam penyelidikan terkait Rusia itu diungkapkan suratkabar Washington Post ketika Trump sedang melakukan lawatan selama sembilan hari ke Timur Tengah dan Eropa. Sepulangnya di Washington hari Sabtu (27/5) Trump segera mengecam keras laporan-laporan media tentang gejolak di Gedung Putih dengan penyelidikan terhadap pembantu-pembantunya dan hubungan mereka dengan Rusia.

“Dalam pendapat saya banyak bocoran yang keluar dari Gedung Putih adalah berita bohong direkayasa oleh media-media pembohong atau #FakeNewsMedia,” ujar Trump.

“Ketika Anda membaca kalimat “sumber-sumber mengatakan” yang ditulis media-media pembohong, dan mereka tidak menyebutkan nama, sangat mungkin bahwa sumber-sumber itu tidak pernah ada, tetapi dikarang oleh penulis berita bohong itu. #FakeNews adalah musuh!” tegas Trump.

Trump dan pembantu-pembantunya di Gedung Putih bisa menghadapi penyelidikan selama beberapa bulan ke depan terkait dugaan hubungan dengan pejabat-pejabat Rusia ketika masa kampanye presiden dan setelah kemenangannya dalam pemilu November lalu. Ada pula tuduhan-tuduhan dari kelompok oposisi – yaitu Partai Demokrat – bahwa Trump hendak menghalangi hukum dan membatasi penyelidikan yang sedang dilakukan.

Penyelidik khusus sedang menyelidiki apakah para pembantu Trump itu telah berkolusi dengan pejabat Rusia untuk membantunya memenangkan pemilu presiden, sementara komite Kongres telah meminta sejumlah mantan pembantu dan pembantu Trump saat ini untuk memberi kesaksian.

Beberapa pakar masalah luar negeri mengatakan langkah tersebut, ketika sisa masa jabatan Presiden Barack Obama beberapa pekan lagi, mengkhawatirkan mereka bahwa itu dapat merongrong keamanan Amerika dan beberapa orang Demokrat yang beroposisi dalam Kongres telah menyarankan agar kartu pas keamanan Kushner dicabut.

Pengacara Kushner telah mengatakan bahwa ia bersedia bekerjasama dengan penyelidikan Kongres mengenai kaitan kampanye Trump dengan para pejabat Rusia.

Seorang anggota terkemuka Kongres, Senator Bob Corker, ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat, mengatakan hari Minggu, “Ia tampaknya orang yang sangat terbuka. Saya akan membiarkannya berbicara sendiri untuk menjelaskannya ketika saatnya tepat.” [gp/em]

XS
SM
MD
LG