Tautan-tautan Akses

AS

Dana Tembok Perbatasan Macet, Trump Ancam akan Umumkan Status Darurat Nasional


Presiden AS Donald Trump mengunjungi wilayah perbatasan AS-Meksiko di kota McAllen, Texas, Kamis (10/1).

Presiden AS Donald Trump memberi isyarat pada hari Kamis (10/1) bahwa ia bisa segera mengumumkan status darurat nasional dan memanfaatkan uang konstruksi militer untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko karena ia tidak dapat meyakinkan Kongres untuk menyediakan dana tersebut secara langsung.

Ketika dia menuju ke McAllen, Texas, untuk melihat secara langsung upaya untuk menggagalkan imigrasi ilegal di perbatasan, Trump mengatakan dia "mungkin" membuat deklarasi status darurat nasional jika dia tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Demokrat dari pihak oposisi untuk pendanaan tembok perbatasan.

Pembicaraan Gedung Putih dengan para pemimpin Demokrat, yang menolak uang untuk tembok itu, gagal mencapai kesepakatan pada hari Rabu di tengah-tengah penutupan sebagian pemerintah selama 20 hari.

Trump mengatakan, "Kami memiliki banyak dana tersedia jika status darurat nasional diberlakukan," tetapi Demokrat dan kelompok-kelompok lainnya dapat dipastikan akan menantang secara hukum untuk deklarasi status darurat Trump dan penggunaan dana militer yang telah dialokasikan untuk proyek lainnya.

Sebelum berangkat ke perbatasan AS selatan, Trump mengatakan di Twitter ada "persatuan BESAR" di antara anggota partai Republik yang mendukungnya tetap menutup seperempat dari pemerintahan federal atas permintaan lebih dari $ 5 miliar untuk pendanaan tembok perbatasan. Demokrat telah menawarkan $ 1,3 miliar dana untuk keamanan perbatasan, meski dana tersebut tidak diperuntukkan untuk pembangunan tembok.

Sejumlah kecil Republikan mempertanyakan sikap penolakan Trump untuk membuka kembali pemerintahan yang telah ditutup sejak 22 Desember, penutupan hampir tiga minggu yang merupakan terpanjang kedua dalam sejarah AS, kurang dua hari untuk mencapai rekor baru penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah AS.

Beberapa layanan pemerintah telah dibatasi, dengan sekitar 800.000 pekerja federal dirumahkan atau dipaksa bekerja tanpa bayaran. Semua terpaksa akan melewati hari Jumat (11/1) ini tanpa gaji mereka. (rw/al)

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG