Tautan-tautan Akses

AS

Comey: Trump Tuntut Loyalitas dan Desak Pembatalan Investigasi Rusia


Direktur FBI yang dipecat, James Comey, memberikan kesaksian di hadapan Komite Intelijen Senat AS, Kamis (8/6).

Direktur FBI yang dipecat James Comey Kamis (8/6) memberitahu para legislator Amerika bahwa Presiden Donald Trump mengharapkan ia menyatakan loyalitasnya dan mendesaknya agar membatalkan investigasi mengenai kaitan antara stafnya dan para pejabat Rusia.

Trump memecat Comey bulan lalu, dengan mengatakan ia memikirkan tentang masalah Rusia sewaktu memutuskan untuk memberhentikan direktur badan investigasi kriminal utama Amerika yang sedang memimpin penyelidikan mengenai Rusia.

Kehadiran Comey di hadapan Komite Intelijen Senat menandai pernyataan terbuka pertamanya mengenai sembilan perbincangan yang dilakukannyadengan presiden dalam beberapa bulan sebelum ia dipecat. Tiga di antara perbincangan itu dilakukan dalam pertemuan langsung dan enam lainnya melalui telepon.

Dia mengatakan kepada para legislator bahwa ia bingung dengan berbagai penjelasan yang diberikan oleh Trump dan stafnya mengenai pemecatannya.

“Pemerintah kemudian memilih untuk mencemarkan nama baik saya dan, yang lebih penting, FBI dengan mengatakan bahwa organisasi itu amburadul, bahwa organisasi tidak dipimpin dengan baik, bahwa para karyawan sudah kehilangan kepercayaan kepada pimpinan. Itu semua bohong. Saya sangat menyesal bahwa para karyawan FBI harus mendengar itu. Saya menyesal bahwa rakyat Amerika diberitahu hal-hal yang tidak benar itu,” ungak Comey kepada para legislator AS.

Kemudian, Comey mengatakan tentang Trump, “Saya mempercayai kata-katanya,” bahwa dia dipecat karena berlanjutnya penyelidikan FBI terhadap Rusia.

Comey mengatakan komunitas intelijen AS “sangat meyakini” Rusia campur tangan dalam kampanye pilpres untuk membantu Trump mengalahkan saingannya dari Partai Demokrat, mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Dalam pernyataan pembuka tertulisnya, Comey mengingat lagi acara makan malam di Gedung Putih pada bulan Januari, tidak lama setelah Trump mulai menjabat, presiden mengatakan, “Saya butuh loyalitas, saya mengharapkan kesetiaan.’ Saya tidak bergeming, tidak berbicara atau mengubah ekspresi wajah saya sama sekali dalam keheningan setelahnya. Kami hanya diam dan saling memandang,” papar Comey.

Tokoh Demokrat senior di komite tersebut, Senator Mark Warner dari Virginia, menyebut pernyataan Trump, sebagaimana yang disampaikan Comey, “sangat meresahkan.”

Dalam bagian lain, Comey bersaksi bahwa Trump memintanya tanggal 14 Februari untuk menghentikan penyelidikan terhadap Michael Flynn, yang dipecat Trump sebagai penasihat keamanan nasional sehari sebelumnya, karena berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence mengenai percakapannya dengan Duta Besar Rusia di Washington.

Comey mengatakan, Trump tidak memerintahkannya untuk menghentikan penyelidikan mengenai koneksi Flynn dengan Rusia, tetapi menegaskan, ia menganggapnya sebagai arahan.

“Konteksnya, dan kata-kata presiden membuat saya mengambil kesimpulan itu, sebagaimana saya tulis dalam pernyataan mungkin saya keliru, tetapi Flynn dipaksa mengundurkan diri sehari sebelumnya, dan kontroversi sekitar Jenderal Flynn pada waktu itu terpusat pada apakah ia telah berbohong kepada Wakil Presiden (Mike Pence) mengenai pembicaraan yang dilakukannya dengan para pejabat Rusia, apakah ia berterusterang mengenai hal itu kepada orang lain. Itu terjadi sehari sebelumnya,” ujar Comey. [vm/uh]

XS
SM
MD
LG