Tautan-tautan Akses

AS

Clapper: Skandal Watergate Bukan Apa-apa Dibandingkan Tuduhan Kolusi Kampanye Trump dan Rusia


Mantan kepala badan intelijen Amerika, James Clapper (foto: dok).

Mantan kepala badan intelijen Amerika James Clapper mengatakan skandal Watergate tahun 1970an bukan apa-apa jika dibandingkan dengan tuduhan-tuduhan kolusi antara kampanye Presiden Donald Trump dan Rusia.

James Clapper hari Rabu (7/6) berbicara di National Press Club Australia di Canberra. Ia memberikan gambaran garis besar bagaimana Rusia campur tangan dalam pemilihan-pemilihan presiden Amerika pada masa lalu, tetapi menambahkan bahwa yang dilakukan tahun 2016 sangat langsung dan agresif.

Ketika membahas tuduhan kolusi antara kampanye Trump dan Rusia, Clapper mengatakan ia tidak tahu apakah ada buktinya. Namun ia menegaskan bahwa adalah penting untuk membuktikannya.

Pembobolan tahun 1972 terhadap markas besar Partai Demokrat di Hotel Watergate di kota Washington, dan upaya untuk menutup-nutupinya, membuat Presiden Richard Nixon mengundurkan diri tahun 1974.

"Saya mengikuti skandal Watergate. Saya bertugas sebagai perwira muda Angkatan Udara. Situasinya mencekam waktu itu karena Amerika masih mengalami trauma pasca-Vietnam yang membuat suasana krisis jauh lebih terasa. Namun harus saya katakan bahwa jika membandingkan keduanya, Watergate bukan apa-apa jika dibandingkan dengan tuduhan kolusi sekarang ini.”

Demikian James Clapper yang berbicara sehari sebelum mantan Direktur FBI James Comey memberikan keterangan di depan Komisi Intelijen Senat mengenai tuduhan-tuduhan kemungkinan kolusi antara kampanye Trump dan Rusia.

Ini akan menjadi penampilan publik Comey yang pertama sejak dipecat Trump tanggal 9 Mei.

Jejaring penyiaran Amerika, dalam kejadian yang sangat jarang, membatalkan acara-acara biasa untuk menayangkan kesaksian Comey, sementara sebagian bar hari Kamis buka lebih awal dari biasanya dan menawarkan minuman-minuman bertema Gedung Putih untuk orang-orang yang ingin menyaksikan kesaksian Comey sambil minum-minum.

Sementara itu, para petinggi badan intelijen dan penegakan hukum Amerika hari Rabu memberikan keterangan mengenai penyidikan terkait campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika dan upaya Presiden Trump untuk menghambat penyelidikan mengenai kemungkinan kolusi antara pembantu-pembantunya dan para pejabat Rusia.

Direktur Badan Intelijen Nasional Dan Coats, Kepala Badan Keamanan Nasional Michael Rogers, penjabat direktur FBI Andrew McCabe dan Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein memberikan keterangan di depan Komisi Intelijen Senat hari Rabu (7/6).

Kesaksian itu diberikan sementara jajak pendapat Washington Post-ABC News menunjukkan bahwa 56 persen warga dewasa berpendapat Trump melakukan campur tangan dalam, alih-alih bekerjasama dengan, penyelidikan terkait Rusia, sementara 61 persen berpendapat Trump memecat Comey untuk melindungi dirinya sendiri dan bukannya demi kepentingan negara. [ds]

XS
SM
MD
LG