Tautan-tautan Akses

China Batalkan Perundingan Perdagangan dengan Amerika


China membatalkan perundingan perdagangan dengan Amerika pasca diberlakukannya tarif baru terhadap barang-barang China. (Foto: ilustrasi)

China telah membatalkan perundingan perdagangan dengan Amerika pasca pemberlakuan tarif baru terhadap barang-barang China.

The Wall Street Journal melaporkan China sebelumnya berencana mengirim Wakil Perdana Menteri Liu ke Washington DC minggu depan untuk mengikuti perundingan itu, tetapi kini membatalkan perjalanan itu, termasuk delegasi pejabat tingkat menengah yang sudah lebih dulu terbang.

Seorang pejabat senior Gedung Putih, Jumat pagi (21/9) mengatakan optimis tentang upaya menemukan jalan keluar dalam perundingan perdagangan dengan China. Pejabat itu mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa China “harus datang ke meja perundingan dengan cara yang berarti” karena ada kemajuan yang perlu dicapai dalam sengketa perdagangan itu.

Pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama itu mengatakan meskipun belum ada konfirmasi tentang pertemuan antara Amerika dan China, kedua negara tetap menjalin hubungan diplomatik. “Tim presiden memahami apa yang diperlukan dari China,” tambahnya.

Pemerintahan Trump menilai tarif atas barang-barang China akan memaksa China melakukan perdagangan dengan persyaratan yang lebih menguntungkan Amerika. Amerika menuntut China melindungi dengan lebih baik kekayaan intelektual Amerika, termasuk mengakhiri praktik pencurian di dunia maya. Pemerintah Trump juga menyerukan kepada China untuk mengijinkan perusahaan-perusahaan Amerika mendapatkan akses yang lebih besar pada pasar China dan memangkas surplus perdaganganya di Amerika.

Awal minggu ini, Amerika memerintahkan pengenaan bea masuk atas barang-barang China bernilai 200 miliar dolar, dan mulai diberlakukan pada 24 September. China menanggapi hal itu dengan menambahkan produk Amerika bernilai 60 miliar dolar dalam daftar tarif impornya.

Amerika sebelumnya sudah memberlakukan tarif bernilai 50 miliar dolar terhadap barang-barang China, dan China membalas dengan jumlah yang sama terhadap barang-barang Amerika.

Awal bulan ini, Presiden Trump mengancam akan mengenakan lebih banyak tarif impor terhadap barang-barang China, yang diperkirakan bernilai 267 miliar dolar, dan mencakup hampir semua barang impor China ke Amerika.

China telah mengancam akan membalas dengan memberlakukan tarif baru. Namum impor China dari Amerika dalam satu tahun kurang dari 200 miliar dolar dibanding impor Amerika dari China, jadi bakal sulit membalas sanksi yang diberlakukan Amerika. [em]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG