Tautan-tautan Akses

China Adili Pengacara HAM Ternama


Pengacara HAM terkenal China, Jiang Tian Yong, telah mengaku bersalah atas tuduhan subversi (foto: dok).

Pengadilan di provinsi Hunan hari Selasa mengadili seorang pengacara HAM terkenal Jiang Tian Yong, yang telah mengaku bersalah atas tuduhan subversi dan membantah bahwa ia telah disiksa oleh polisi.

Namun, istri pengacara HAM Jiang Tian Yong dan kelompok-kelompok HAM mengutuk sidang itu sebagai “sandiwara” dan mengatakan, sulit dipercaya bahwa Jiang telah mengaku bersalah secara sukarela.

Ketika memberikan pernyataannya yang terakhir, Jiang tampak memberikan pengakuan terbuka atas kejahatan yang dituduhkan padanya.

“Saya sepenuhnya sadar bahwa saya telah menghasut tindakan subversi melawan pemerintah dan berusaha menggulingkan pemerintahan sosialis, suatu tindakan yang melanggar hukum kriminal. Saya mengaku bersalah dengan sepenuh hati, dan sangat menyayangkan semua yang telah saya lakukan,” kata Jiang sambil membacakan sebuah pernyataan di muka pengadilan.

Jiang juga minta supaya hakim menjatuhkan hukuman yang ringan padanya dan berharap para aktivis HAM lainnya bisa mendapat pelajaran dari kasusnya ini.

Dalam sidang, jaksa menuduh Jiang mengeluarkan lebih dari 33,000 posting lewat Twitter sebelum tahun 2009, dan 214 darinya dilaporkan menyerang pemerintah dalam bahasa yang menghasut dilakukannya tindakan subversi.

Jiang juga dituduh memberikan wawancara kepada media asing termasuk VOA, untuk memburukkan pemerintah dan sistem peradilan di China sambil mendukung pejuang HAM lainnya, seperti Zhang Kai, Xie Yang dan Liu Xing.

Jiang dan para pengacaranya tidak mengajukan keberatan atas semua tuduhan itu, termasuk di mana ia disebut sebagai orang yang menghasut istri pembangkang Xie untuk memberikan kesaksian palsu bahwa Xie disiksa dalam tahanan polisi.

Pengadilan akan menjatuhkan vonis hukuman dalam sidang yang berikutnya.

Sebelum penangkapannya bulan November tahun lalu, Jiang yang berusia 46 tahun telah membela sejumlah kasus besar, termasuk para penganut aliran Falun Gong, demonstran Tibet dan korban-korban skandal pencemaran susu bubuk tahun 2008.

Jiang juga mengecam pemerintah yang terus melancarkan penindasan terhadap pembangkang, dan penangkapan atas ratusan pengacara dan aktivis sejak bulan Juli tahun 2015.

Periset Human Rights Watch tentang China, Maya Wang mengatakan, pengadilan atas Jiang mirip dengan pengadilan atas aktivis ham lainnya yang dipaksa mengaku bersalah supaya bisa dikenai tahanan luar.

“Saya kira sulit dipercaya bahwa ia telah membuat pengakuan secara bebas, dan pihak kehakiman terus berusaha meng-krimina-lisasi para aktivis HAM, dan sistem pengadilan China sejak lama diketahui dikuasai oleh Partai Komunis China,” kata Wang kepada VOA. [ii]

XS
SM
MD
LG