Tautan-tautan Akses

BMW Didenda $ 18 Juta karena Memanipulasi Angka Penjualan


BMW Vision iNext difoto di Frankfurt Motor Show (IAA) 2019 di Frankfurt, Jerman. 10 September 2019. (Foto: REUTERS/Wolfgang Rattay)

BMW akan membayar denda $ 18 juta (Rp 269 miliar) sebagai penyelesaian atas tuduhan penggelembungan angka penjualan di AS selama lima tahun berturut-turut.

Kantor berita Associated Press mengutip Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission /SEC) mengatakan, Kamis (24/9), bahwa produsen mobil mewah Jerman itu memberikan informasi yang tidak akurat untuk memenuhi target penjualan bulanan dari 2015 hingga 2019.

“Perusahaan yang mengakses pasar AS untuk meningkatkan modal memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang akurat kepada investor,” kata Stephanie Avakian, Direktur Divisi Penegakan SEC, dalam sebuah pernyataan.

SEC mengatakan tindakan manipulasi tersebut membantu BMW mempertahankan posisinya sebagai penjual ritel terdepan di antara produsen mobil mewah lainnya.

SEC mengungkapkan BMW Amerika Utara juga menyesuaikan kalender pelaporan penjualannya secara tidak tepat pada tahun 2015 dan 2017 untuk memenuhi target internal atau kelebihan penjualan "bank" untuk digunakan di bulan-bulan mendatang. Cadangan penjualan yang tidak dilaporkan disebut secara internal sebagai "bank," kata agen tersebut. BMW juga membayar dealer untuk menghitung kendaraan promosi sebagai penjualan.

BMW AG, BMW Amerika Utara, dan BMW AS tidak mengakui maupun menyangkal temuan agensi tersebut. Namun, ketiganya setuju untuk membayar denda dan berhenti melanggar Undang-undang Sekuritas.

BMW mengatakan dalam sebuah pernyataan, banyak tindakan yang terjadi lebih dari tiga tahun lalu, dan itu terjadi karena kelalaian. "Tidak ada dugaan atau temuan dalam urutan bahwa setiap entitas BMW terlibat dalam kesalahan yang disengaja," kata perusahaan itu. "BMW Group sangat mementingkan kebenaran angka penjualannya dan akan terus fokus pada pelaporan penjualan yang menyeluruh dan konsisten."

BMW adalah produsen mobil kedua dalam beberapa tahin terakhir yang menghadapi penalti karena membengkaknya angka penjualan. Tahun lalu Fiat Chrysler setuju untuk membayar $ 40 juta untuk menyelesaikan keluhan SEC yang menuduh bahwa perusahaan tersebut menyesatkan investor dengan menggelembungkan angka penjualan bulanannya selama lima tahun. SEC menduga FIAT menggelembungkan penjualannya dengan membayar dealer untuk melaporkan nomor palsu dari 2012 hingga 2016. [ah/au]

Recommended

XS
SM
MD
LG