Tautan-tautan Akses

Blinken: Sekitar 1.500 Warga AS Masih Berada di Afghanistan


Marinir mengawal seorang pegawai Departemen Luar Negeri yang akan dievakuasi, di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan, 15 Agustus 2021. (Foto: AP)
Marinir mengawal seorang pegawai Departemen Luar Negeri yang akan dievakuasi, di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan, 15 Agustus 2021. (Foto: AP)

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken, Rabu (25/8), mengatakan sekitar 1.500 warga Amerika masih berada di Afghanistan, kurang dari seminggu sebelum operasi militer Amerika di sana berakhir. Pejabat-pejabat pemerintah, tambahnya, dengan aktif berupaya membantu mereka meninggalkan negara itu, menentukan apakah mereka menginginkan bantuan untuk kembali ke Tanah Air, atau memutuskan akan tetap berada di sana.

Diplomat tinggi Amerika itu mengatakan ketika gerilyawan Taliban mengambilalih kendali negara itu dan dimulainya evakuasi pada 14 Agustus, ada sekitar 6.000 warga AS di Afghanistan. Namun sejak saat itu sedikitnya 4.500 warga AS telah dievakuasi dengan penerbangan ke luar negara itu, termasuk 500 orang pada hari terakhir.

Antony J. Blinken di U.S. Capitol di Washington, DC, AS, 19 Januari 2021. (Foto: Alex Edelman via REUTERS)
Antony J. Blinken di U.S. Capitol di Washington, DC, AS, 19 Januari 2021. (Foto: Alex Edelman via REUTERS)

Berbicara di Departemen Luar Negeri, Blinken mengatakan “dalam 24 jam terakhir ini, kami telah melakukan kontak langsung dengan sekitar 500 warga Amerika lain dan memberikan instruksi yang spesifik tentang bagaimana menuju ke bandara dengan aman.”

“Untuk sekitar 1.000 orang lain yang kami miliki kontaknya dan mungkin merupakan warga Amerika yang ingin meninggalkan Afghanistan, secara agresif kami telah mengontak mereka berulangkali dalam satu hari lewat beragam saluran komunikasi,” tambahnya.

Blinken mengatakan sebagian sisa orang Departemen Luar Negeri yang sedang dikontak ini “mungkin bukan warga Amerika. Sebagian mungkin ingin tetap tinggal. Masing-masing memiliki pertimbangan pribadi tersendiri.”

Seorang Marinir AS yang ditugaskan ke 24th Marine Expeditionary Unit (MEU) mengawal personel Departemen Luar Negeri untuk dievakuasi, di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, 15 Agustus 2021. (Foto: Reuters)
Seorang Marinir AS yang ditugaskan ke 24th Marine Expeditionary Unit (MEU) mengawal personel Departemen Luar Negeri untuk dievakuasi, di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, 15 Agustus 2021. (Foto: Reuters)

Ditambahkannya, Departemen Luar Negeri yakin “jumlah warga AS yang secara aktif berupaya untuk meninggalkan Afghanistan lebih rendah, secara signifikan lebih rendah” dari 1.000 orang atau sekitar itu, yang belum dapat dikontak.

Ia mengatakan warga AS memang tidak diharuskan mendaftar di Departemen Luar Negeri ketika mereka berada di luar negeri, sehingga menyulitkan untuk mengetahui secara pasti berapa banyak yang ada di Afghanistan.

Tenggat Semakin Dekat

Blinken mengatakan pejabat-pejabat Amerika telah menulis 20.000 email dan membuat 45.000 panggilan telepon untuk berupaya melacak warga AS di negara itu, menjelang berakhirnya tenggat untuk menarik mundur seluruh pasukan Amerika pada 31 Agustus.

Penarikan mundur pasukan itu dilakukan setelah operasi militer selama 20 tahun yang dimulai dari invasi untuk membasmi kelompok teroris al-Qaeda yang menyerang Amerika pada 11 September 2001, menewaskan hampir 3.000 orang.

Dengan berakhirnya operasi militer Amerika itu, Blinken mengatakan “sulit untuk melebih-lebihkan kerumitan upaya evakuasi ini.” Sekitar 82.000 orang telah diterbangkan, sekitar 45%-nya adalah perempuan dan anak-anak Afghanistan.

Evakuasi Dapat Dilanjutkan

Pada saat yang sama, ujarnya, evakuasi telah terancam oleh apa yang digambarkannya sebagai “kemungkinan yang sangat nyata” dari serangan ISIS terhadap Bandara Internasional Hamid Karzai dan orang-orang yang antre untuk meninggalkan negara itu.

Bahkan dengan berakhirnya keterlibatan militer AS yang ditetapkan pada 31 Agustus, Blinken mengatakan “tidak ada batas waktu untuk mengeluarkan warga Amerika dan Afghanistan yang ingin keluar setelah tenggat 31 Agustus.”

“Harapan dunia adalah siapa pun yang ingin pergi, masih harus bisa,” ujarnya, dan berjanji untuk menggunakan “setiap piranti bantuan diplomatik dan ekonomi yang kita punya” untuk menekan Taliban agar mengizinkan orang-orang meninggalkan negara itu jika mereka mau. [em/lt]

XS
SM
MD
LG