Tautan-tautan Akses

Bersantap Bersama Tetangga Muslim Anda


Presiden AS Barack Obama pada acara berbuka puasa bersama warga Muslim di Gedung Putih 22 Juni tahun 2015 (foto: ilustrasi).

Mengundang orang tak dikenal untuk makan bersama di rumah tidaklah umum, apalagi di Amerika. Akan tetapi sejumlah Muslim memanfaatkan cara itu untuk memperkenalkan Islam dan menghentikan Islamofobia. Mereka menamakan kegiatan tersebut “Dinner with Your Muslim Neighbor” atau bersantap bersama tetangga Muslim Anda.

Namanya Amanda Saab, Muslimah Amerika yang mengenakan hijab. Ia pernah menjadi kontestan dalam acara kontes masak pada jam tayang prima, Masterchef, di stasiun televisi Fox dua tahun silam. Meski tak melaju sampai babak akhir, penampilannya itu tanpa ia duga menjadi inspirasi bagi banyak Muslimah lainnya.

Pada musim pemilu Amerika tahun 2016, Amanda merasa menjadi sasaran tatapan aneh. Bahkan ia mendengar ada yang mengatakan senjata api diperlukan untuk menghadapi Muslim seperti Amanda. Di televisi, salah seorang kandidat ada yang berjanji akan melarang sama sekali Muslim memasuki Amerika. Amanda menganggap itu terjadi karena banyak sekali yang tidak mengenal Muslim.

Ini membuat Amanda mencetuskan ide untuk mengundang orang-orang asing, tak ia kenal, untuk bersantap bersama di rumahnya dalam kegiatan “Dinner with Your Muslim Neighbor.”

“Saya pikir, saya benar-benar harus berbuat sesuatu. Saya katakan ke suami saya, kita harus mengadakan jamuan makan bersama dan mengundang orang-orang untuk berbicara mengenai Muslim di Amerika.”

Melalui media sosial, ia berusaha menjangkau seluas mungkin kalangan untuk menjadi tamunya. Di meja makan, mereka berbincang mengenai Islam dan banyak hal, termasuk pendapatnya mengenai para teroris yang mengatasnamakan Islam.

“Saya tidak mengaitkan mereka sama sekali dengan agama saya. Mereka sama sekali tak ada hubungannya dengan saya atau agama saya. Jika mereka mengikuti ajaran agama mereka, mereka tidak akan melakukan tindakan seperti itu," tutur Amanda.

Salah satu yang membesarkan hati, setelah perbincangan itu, para tamu biasanya mendapati lebih banyak lagi kesamaan antara agama yang mereka anut dan Islam. Amanda kini bukan hanya membuka meja makannya untuk orang-orang asing. Ia juga bersedia diundang untuk memasak di rumah orang lain.

Selain Amanda, pusat komunitas Muslim maupun masjid juga memiliki program serupa, terlebih pada bulan Ramadan.

Flint Islamic Center di negara bagian Michigan, misalnya, menggelar acara “Ramadan Dinner”. Mulai pukul 8 hingga 11 malam, tamu dari beragama latar belakang agama diperkenalkan dengan Islam dan Ramadan, serta ikut berbuka puasa bersama para jemaah.

Di Austin Texas, Dialogue Institute of the Southwest menyelenggarakan acara “Ramadan Home Dinners” setiap pukul 7:30 hingga 9:30 malam. Ini adalah tradisi lama yang diselenggarakan organisasi itu. Para anggota dan sukarelawan Dialogue Institute mengajukan diri sebagai tuan rumah. Tamu bisa mendaftarkan diri dengan menyebutkan jumlah rombongan yang akan dibawanya, diet atau alergi makanan mereka, lokasi maupun tanggal yang diinginkan. Institute kemudian mencari tuan rumah yang sesuai bagi mereka.

Dengan kegiatan seperti itu, selain mengakrabkan diri dengan para tetangga Muslim, para tamu dapat lebih jauh mengenal Islam serta budaya dan tradisi Muslim, langsung dari para Muslim sendiri. Tujuan akhirnya tentunya adalah menghilangkan fobia terhadap Islam di Amerika. [uh/al]

XS
SM
MD
LG