Tautan-tautan Akses

Sekolah-sekolah AS di San Diego Luncurkan Kampanye Lawan Islamofobia


Warga kota New York melakukan parade untuk mendukung imigran Muslim dengan menentang Kepres "larangan perjalanan" (travel ban) oleh Presiden Donald Trump (foto: ilustrasi).

Salah satu distrik sekolah terbesar di Amerika telah melancarkan kampanye melawan ketakutan akan Islam atau Islamofobia, yang menarik pujian serta kecaman.

Rencana beberapa tahun Persatuan Sekolah distrik San Diego termasuk surat yang membahas ketakutan akan Islam atau Islamofobia kepada para staf dan orang tua ke 132 ribu siswanya. Surat itu diharapkan dirancang dan selesai sebelum Ramadan dimulai akhir Mei lalu. Distrik itu juga meninjau kalender staf untuk memastikan hari raya Muslim juga diakui.

Tahun ajaran mendatang, organisasi itu akan meninjau bahan-bahan mengenai budaya Muslim bagi perpustakaan menyediakan sumber daya bagi para guru dan terlibat dalam kemitraan dengan Dewan Hubungan Islam-Amerika (Council on American Islamic Relations atau CAIR).

Selama beberapa tahun, Persatuan Sekolah Distrik San Diego berencana untuk mempertimbangkan klub-klub SMU yang mendukung budaya Muslim Amerika, menciptakan “ruang yang aman” bagi siswa dan melatih para staf mengenai budaya Muslim.

Warga Muslim melakukan shalat 'Eid di kawasan Brooklyn, New York (foto: ilustrasi).
Warga Muslim melakukan shalat 'Eid di kawasan Brooklyn, New York (foto: ilustrasi).

Rencana itu menarik perhatian ketika anggota dewan organisasi itu menyetujuinya dengan suara 4 lawan 0 pada tanggal 4 April dengan seorang anggota absen. Komentar-komentar masyarakat mulai dari staf dan anggota komunitas umumnya positif.

“Kami yakin ini adalah langkah pertama ke arah melindungi siswa Muslim dari tindakan bully yang diakibatkan secara langsung oleh meningkatnya Islamophobia di negara bagian dan negara kita”, kata Hanif Mohebi direktur eksekutif Dewan Hubungan Islam Amerika cabang San Diego, setelah pemungutan suara itu.

“Distrik sekolah-sekolah lainnya akan mengikuti dan kami akan senang bekerja sama dengan mereka untuk memberi sumber daya dan pelatihan,” tambahnya.

Upaya itu menghadapi hambatan dengan penyebaran secara berkala di internet dan media sosial serangan tertulis terhadap Islam dan Dewan Hubungan Islam-Amerika.

Artikel pada laman media sayap kanan Breitbart News menarik ratusan komentar pembaca. Kepala berita laporan mengenai situs Angry Patriot, pada Facebook disukai 35 ribu pengguna berbunyi “Pengambil alihan Islamis dikukuhkan, sekolah-sekolah Amerika menyerah pada Hukum Syariah,” sindir media online itu.

Distrik sekolah itu mengatakan pada situsnya bahwa rencana itu membahas “beberapa tantangan khusus yang dihadapi komunitas siswa Muslim” setelah komunitas Muslim menyampaikan keprihatinan mengenai keselamatan siswa musim panas lalu

“Kami sangat yakin siswa tidak akan bisa belajar jika mereka takut, jadi program untuk melawan Islamofobia bertujuan menghapus ketakutan yang dihadapi anak-anak," katanya.

Distrik itu mengatakan tidak menganjurkan Islam atau condong kepada agama atau memberlakukan hukum Syariah. [my/al]

XS
SM
MD
LG