Tautan-tautan Akses

Beijing: Semua Harus Mengekang Diri untuk Redakan Ketegangan di Semenanjung Korea


Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying memberikan pernyataan di Beijing (foto: dok).

Rusia dan China hari Senin (25/12) mengemukakan harapan dicapai penyelesaian damai atas ketegangan yang menyelimuti aktivitas Korea Utara di bidang nuklir dan peluru kendali balistik.

Menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrov mengemukakan kepada media pemerintah tidak ada yang ingin melihat pecah perang di Semenanjung Korea. Dia berharap Amerika tidak merencanakan pendekatan militer untuk menyelesaikan situasi di sana.

Sementara, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan dalam pernyataan hari Senin, semua negara harus dapat mengekang diri dan bersikap proaktif dan konstruktif untuk meredakan ketegangan di semenanjung itu.

China juga menyatakan, sanksi baru PBB terhadap Korea Utara hendaknya tidak sampai menimbulkan dampak merusak terhadap penduduk sipil Korea Utara atau mempengaruhi hubungan dan kerjasama ekonomi yang normal.

Dewan Keamanan PBB hari Jumat dengan suara bulat menyetujui resolusi membatasi jumlah minyak bensin dan diesel yang boleh diimpor Korea Utara serta memperketat inspeksi terhadap semua kapal yang dicurigai mengangkut barang gelap dari dan ke Korea Utara.

Resolusi juga meminta semua anggota PBB untuk dalam waktu dua tahun memulangkan semua pekerja Korea Utara yang bekerja di luar negeri – langkah yang bertujuan memutus sumber pemasukan bagi pemerintahan Kim Jong Un yang secara rutin menyita sebagian besar penghasilan pekerja itu.

Amerika menaksir ada sebanyak 80 ribu pekerja Korea Utara di China dan sedikitnya 30 ribu di Rusia.

Korea Utara menolak sanksi baru itu dan mencapnya selaku ‘tindakan perang' dan sama dengan blokade ekonomi penuh.

Pernyataan yang dikeluarkan kantor berita resmi Korea Utara mengatakan, "Jika Amerika ingin hidup aman, Amerika harus menanggalkan kebijakannya yang memusuhi dan belajar hidup berdampingan dengan negara yang mempunyai senjata nuklir."

Selain itu juga dikatakan bahwa semua negara yang mendukung resolusi itu bakal memikul akibat berat.

Sanksi PBB terdahulu terhadap Korea Utara gagal mencegah negara itu menguji coba peluru kendali dan membuat senjata nuklir.

Amerika menolak kesediaan Korea Utara membekukan program nuklirnya jika Amerika menghentikan latihan militer di atau dekat Semenanjung Korea. [al]

XS
SM
MD
LG