Tautan-tautan Akses

Bantu CEO Nissan Buron, 2 WN AS Dijatuhi Hukuman Penjara di Tokyo


Petugas Jepang bersiap-siap untuk mengawal warga AS Michael Taylor dan putranya Peter Taylor, yang diduga membantu mantan Ketua Nissan Motor Carlos Ghosn untuk melarikan diri ke Lebanon. (Foto: Reuters)

Pengadilan Tokyo pada Senin (19/7) menjatuhkan hukuman penjara kepada veteran Pasukan Khusus Angkatan Darat AS, Michael Taylor, dan putranya, Peter, karena membantu mantan pejabat Nissan Motor Co Ltd, Carlos Ghosn, melarikan diri ke Lebanon pada 2019.

Michael dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun, sedang Peter diganjar satu tahun delapan bulan penjara.

"Kasus ini memungkinkan Ghosn, seorang terdakwa kejahatan serius, melarikan diri ke luar negeri," kata Hideo Nirei, ketua hakim saat menjelaskan putusan. "Satu setengah tahun telah berlalu, tetapi tidak ada prospek persidangan diadakan."

Mengenakan setelan jas berwarna gelap dan diapit oleh empat penjaga, keduanya tidak mengeluarkan sepatah kata pun selama 20 menit saat menghadiri persisdangan di Pengadilan Distrik Tokyo.

Nirei mengatakan sang ayah, Taylor, memainkan "peran utama" dalam pelarian itu dengan mengawal Ghosn ke pesawat jet. Sementara itu, putranya mengurus barang bawaan Ghosn dan memberinya kunci kamar hotel tempat dia berganti pakaian.

Kedua pria itu, yang menghadapi ancaman hukuman penjara hingga tiga tahun, mengaku bersalah dan meminta maaf dengan bercucuran air mata ke pengadilan bulan lalu. Mereka menyesali peran mereka dalam menyelundupkan Ghosn keluar dari Jepang yang disembunyikan di dalam sebuah peti dimuat ke jet pribadi dari Bandara Kansai Jepang di penghujung 2019.

Jaksa mengatakan keluarga Taylor menerima $1,3 juta untuk seluruh pengeluaran dan sebagai pembayaran, dengan $500 ribu lagi untuk biaya hukum.

Pengadilan Turki pada Februari memvonis perusahaan Turki MNG dan dua pilot atas peran mereka dalam pelarian Ghosn. Para pilot dijatuhi hukuman empat tahun dua bulan penjara.

Keluarga Taylor ditangkap di Amerika Serikat pada Mei 2020. Namun, mereka baru tiba di Jepang pada Maret tahun ini karena pengacara berusaha mencegah ekstradisi mereka. Menurut pengacara, keluarga Taylor tidak dapat dituntut karena membantu seseorang "mangkir dari persidangan" dan bahwa mereka bisa menghadapi kemungkinan interogasi tanpa henti dan penyiksaan.

Mantan CEO Nissan Motor Co. Carlos Ghosn mengadakan konferensi pers di Universitas Roh Kudus Kristen Maronit di Kaslik. (Foto: AP)
Mantan CEO Nissan Motor Co. Carlos Ghosn mengadakan konferensi pers di Universitas Roh Kudus Kristen Maronit di Kaslik. (Foto: AP)

Tersangka di Jepang diinterogasi tanpa kehadiran pengacara mereka dan sering kali ditolak jaminannya sebelum diadili.

Ghosn masih buron buronan di rumah masa kecilnya di Lebanon, yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Jepang.

Di Jepang, dia menghadapi tuduhan sengaja mengurangi nilai kompensasi yang diterimanya dalam laporan keuangan Nissan sebesar 9,3 miliar yen ($85 juta) selama satu dekade dan memperkaya dirinya sendiri dengan biaya perusahaannya melalui pembayaran ke dealer mobil di Timur Tengah.

Keluarga Taylor memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan banding atas putusan dan hukuman tersebut. [ah/au/ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG