Tautan-tautan Akses

Diduga Bantu Pelarian Ghosn, 4 Pilot dan 2 Awak Penerbangan Swasta Turki Diadili


Mantan CEO Nissan Motor Co., Carlos Ghosn dalam konferensi pers di Beirut, Lebanon, 8 Januari 2020. (Foto: dok).

Seorang pegawai administrasi, empat pilot, dan dua awak kabin maskapai penerbangan swasta diadili di Turki, Jumat (3/7). Mereka dituduh membantu pelarian mantan CEO Nissan Motor Co. Carlos Ghosn dari Jepang ke Lebanon dengan melalui Turki.

Jaksa Turki menuntut hukuman hingga delapan tahun penjara bagi masing-masing pilot dan pegawai maskapai itu atas tuduhan menyelundupkan migran. Mereka diduga membantu Ghosn lari ke Lebanon sewaktu ia menunggu proses pengadilan terhadap dirinya di Jepang. Dua awak kabin yang diadili menghadapi kemungkinan hukuman penjara satu tahun jika terbukti bersalah tidak melaporkan kejahatan.

Ghosn ditangkap di Tokyo pada 2018 atas tuduhan pelanggaran finansial. Ia dibebaskan dengan jaminan sementara menunggu pelaksanaan sidang terhadap dirinya. Ghosn melanggar ketentuan pembebasan itu dengan melarikan diri keluar dari Jepang akhir tahun lalu.

Ia diterbangkan ke Istanbul dan kemudian dialihkan ke pesawat lain dengan tujuan Beirut. Ghosn yang tiba di Beirut pada 30 Desember diyakini diselundupkan dalam sebuah boks besar.

Perusahaan penerbangan swasta Turki, MNG Jet, mengatakan Januari lalu, dua pesawat mereka digunakan secara ilegal dalam pelarian Ghosn. Perusahaan itu mengatakan, pegawai tersebut mengaku telah memalsukan catatan penerbangan sehingga nama Ghosn tidak tercantum di dalam dokumen itu.

Dalam gugatan yang diajukan ke para terdakwa, Ghosn disebutkan disembunyikan dalam boks alat musik yang cukup besar untuk menampung manusia. Dalam gugatan itu juga disebutkan, ada kenaikan dana tidak biasanya di akun bank pegawai itu, antara 16 Oktober dan 26 Desember, yakni senilai 300.000 dolar.

Keempat pilot dan kedua awak kabin membantah terlibat dalam usaha menyelundupkan Ghosn. Mereka mengaku tidak tahu menahu bahwa Ghosn berada dalam penerbangan mereka. Pegawai administrasi itu, dan empat pilot tersebut dipenjarakan, sedangkan kedua awak kabin dibebaskan sementara menunggu keputusan pengadilan. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG