Tautan-tautan Akses

Badan-badan Bantuan Menyiapkan Diri untuk Situasi Darurat Kemanusiaan Baru di Yaman


Orang-orang menerima bantuan makanan di Sana'a, Yaman, 21 Maret 2017.

Badan PBB Urusan Pengungsi melaporkan badan-badan bantuan bersiap-siap menghadapi satu lagi situasi darurat kemanusiaan di Yaman sementara orang mengungsi dari pertempuran yang semakin sengit di wilayah-wilayah garis depan pantai barat Yaman.

UNHCR mengatakan telah menerima laporan bahwa lebih dari 1.400 orang telah mengungsi dari distrik Hudaydah dan Taizz dalam beberapa hari terakhir ini. Ini terjadi karena pertempuran akhir-akhir ini di ibu kota Sana’a dan sekitarnya.

UNHCR mengatakan pihaknya bekerja sama dengan badan-badan lain untuk meningkatkan operasi guna membantu para pengungsi itu. Juru bicara UNHCR Babar Baloch mengatakan kit bantuan kemanusiaan untuk 2.000 keluarga di Hudaydah sudah dikirim dan bantuan untuk ribuan keluarga lain sedang dalam perjalanan.

Namun Baloch mengatakan blokade Arab Saudi terhadap Yaman menghambat operasi bantuan darurat.

"Blokade Yaman, yang belum dilonggarkan sepenuhnya, juga telah mengakibatkan kelangkaan pangan dan kenaikan harga bahan bakar, air, dan bahan pokok, termasuk pangan dan obat-obatan vital. Ini mengimbas banyak pengungsi Yaman. Masuknya barang komersial maupun bantuan masih sangat dibatasi," jelasnya.

Babar Baloch menambahkan UNHCR khususnya prihatin mengenai nasib 1,460 pengungsi Eritrea dan warga sipil Yaman di Al Khawkah. Wilayah yang terletak 117 kilometer di utara Al Hudaydah ini telah dinyatakan sebagai zona militer. Ia mengatakan sangat sulit untuk menyampaikan bantuan pangan dan perbekalan lain ke sana karena pertempuran yang berlangsung.

Baloch mengatakan rencana untuk membantu pengungsi Somalia meninggalkan Yaman dan kembali ke Somalia telah ditangguhkan sementara. Menurutnya, tiga kapal yang sedianya berlayar dari Pelabuhan Yaman ke Berbera, Somalia, belum dapat diberangkatkan karena belum mendapatkan surat-surat yang diperlukan dari pihak berwenang. [ds]

XS
SM
MD
LG