Tautan-tautan Akses

Badai Masih Mengancam Olimpiade


Staf berjalan di bawah logo Tokyo 2020 di lapangan permainan judo di Nippon Budokan menjelang Olimpiade Musim Panas 2020, Jumat, 23 Juli 2021, di Tokyo, Jepang. (Foto: AP/Vincent Thian)

Badai di lepas pantai timur Jepang masih menjadi ancaman bagi Olimpiade Tokyo, Selasa (27/7), meskipun tidak menghantam kota tuan rumah pesta olah raga itu dengan angin dan hujan yang merusak seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Angin dan hujan yang menyapu Teluk Tokyo menunda dimulainya triatlon putri pada pagi hari, sebelum Flora Duffy mempersembahkan medali emas pertama Olimpiade untuk Bermuda.

Pertandingan sofbol untuk memperebutkan medali perunggu dijadwalkan berlangsung sore hari di Yokohama, di sebelah selatan Tokyo, di bawah gerimis yang terus turun dan hembusan angin terkencang sepanjang pertandingan. Perebutan medali emas antara Jepang dan AS dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 waktu setempat, dengan cuaca yang diperkirakan berawan dan hujan sesekali sepanjang hari.

Bagi atlet selancar, cuaca ini menguntungkan mereka, mendorong penyelenggara untuk memindahkan acara perebutan medali sehari lebih cepat daripada yang dijadwalkan untuk memanfaatkan gelombang yang terjadi.

Pola cuaca musim panas Jepang yang panas, basah dan tidak stabil terus menjadi keprihatinan bagi Olimpiade ini, menambah kesulitan penyelenggaraannya yang dilangsungkan di bawah situasi darurat karena COVID-19.

Tokyo diperkirakan akan diguyur hujan dengan curah 34 mm selama 24 jam akibat Badai Tropis Nepartak, yang kini diperkirakan akan tiba di daratan bagian utara pada Rabu pagi, kata Badan Meteorologi Jepang. Badai itu mengarah ke Sendai, 370 kilometer ke arah pantai dari Tokyo, menurut situs pemantau Risiko Badai Tropis.

Bendera dan logo Olimpiade Tokyo 2020 terlihat saat upacara pembukaan. (Foto: REUTERS/Marko Djurica)
Bendera dan logo Olimpiade Tokyo 2020 terlihat saat upacara pembukaan. (Foto: REUTERS/Marko Djurica)

Meskipun Tokyo terhindar dari banjir yang semula diperkirakan terjadi semalam, Nepartak masih dalam kekuatan badai tropis, yang mampu membawa angin berkecepatan hingga 118 kilometer per jam, sewaktu bergerak di pesisir timur Jepang, dan bukannya melemah menjadi depresi tropis sewaktu menyapu kawasan barat laut, seperti perkiraan sebelumnya.

Badai ini sebelumnya telah mengganggu jadwal pertandingan dayung dan panahan. Triatlon putra tetap berlangsung pada hari Senin.

Bukannya menghindari cuaca buruk, penyelenggara memindahkan pertandingan semifinal dan final sehari lebih cepat untuk memanfaatkan gelombang besar yang diperkirakan akan mereda sewaktu cuaca berubah pada hari Rabu. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG