Tautan-tautan Akses

Babak Belur oleh Serangan Udara AS, IS Coba Taktik Baru di Raqqa


Foto yang diunggah leh Raqqa Media Center of the Islamic State group, sebuah kelompok ekstrimis militan, yang telah diotentifikasi berdasarkan isi dan laporan dari AP, menunjukkan mobil-mobil yang terbakar setelah serangan udara oleh pemerintah Suriah di kota yang terletak di timur laut Suriah, Raqqa, Sabtu, 6 September 2014 (foto: AP Photo/ Raqqa Media Center of the Islamic State group)

Para pejuang ISIS beralih ke serangan bunuh diri berskala kecil untuk menangkis serangan cepat pasukan SDF bersama gelombang serangan udara koalisi.

Para komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengatakan, karena negara Islam ISIS di Raqqa sudah kacau-balau, para pejuangnya beralih ke serangan bunuh diri berskala kecil untuk menangkis serangan cepat pasukan SDF bersama gelombang serangan udara koalisi.

Tidak seperti pertempuran pada masa lalu, ketika militan ISIS menyerang garis depan SDF dengan ratusan pejuang dan bom mobil, strategi baru kelompok teror tersebut mengerahkan kelompok kecil pelaku bom bunuh diri, enam atau tujuh orang untuk menimbulkan jumlah besar korban, kata komandan SDF di tempat kejadian kepada VOA.

"Metode baru ini melibatkan serangan yang tersebar dan kemungkinan besar berakhir dengan kematian semua penyerang," kata komandan SDF Agid Muhammad dari Raqqa.

Dia mengatakan, ISIS terus bergantung pada operasi bom mobil untuk mempertahankan kota Raqqa, namun pejuangnya menghindari serangan berkelompok dan berkumpul dalam jumlah besar. Dia mengatakan, taktik baru itu mungkin akibat serangan udara koalisi yang berulangkali pimpinan AS, yang telah menyapu puluhan kelompok pejuang ISIS.

"ISIS mencoba bersembunyi di gedung umum seperti sekolah dan rumah penduduk sipil untuk menghindari serangan udara," katanya. "Mereka keluar dari bangunan itu dalam kelompok kecil hanya jika mereka tahu kalau mereka bisa menghindari serangan udara."

Namun strategi ISIS yang baru tidak mungkin dapat membantu pejuang yang sudah berbulan-bulan bergelut mempertahankan wilayah di Irak dan Suriah, kata pasukan yang didukung AS.

"Lebih dari 40% kota Raqqa sekarang sudah kami kuasai, dan dalam waktu dekat kami akan maju ke jantung kota," kata pejuang SDF Shoresh Kobane kepada VOA. [ps/al]

XS
SM
MD
LG