Tautan-tautan Akses

Ribuan Warga Sipil Terjebak dalam Pertempuran di Raqqa, Suriah

  • Lisa Schlein

Warga sipil Suriah menghindari pertempuran di Raqqa (foto: dok).

Badan pengungsi PBB melaporkan pertempuran sengit di kota Raqqa, Suriah utara menghalangi bantuan yang sangat dibutuhkan ribuan orang yang melarikan diri dari pertempuran itu. UNHCR memohon kepada pihak-pihak yang bertempur untuk memberi akses lebih besar.

Pertempuran untuk merebut kembali Raqqa, ibukota de facto ISIS meningkat. Operasi militer yang didukung Amerika diperkirakan akan berlangsung lama dan memakan banyak korban.

Badan-badan PBB tidak bisa menjangkau sekitar 430 ribu warga sipil di daerah yang terkepung ini sejak tahun 2014. Mereka mengatakan serangan militer tampaknya akan lebih mempersulit usaha mencapai pengungsi.

Badan pengungsi PBB itu melaporkan jumlah orang yang melarikan diri dari konflik itu meningkat. Juru bicara UNHCR Andre Mahecic mengatakan, bulan Mei lebih dari 100 ribu orang mengungsi. Ia mengatakan UNHCR bekerja erat dengan pihak lainnya untuk memberi bantuan bagi mereka.

"Tapi kebutuhan dan pengungsian meningkat, akses di lapangan menghadapi kesulitan. Barang-barang bantuan diangkut lewat udara dari Damaskus menuju Qamishli. Operasi yang mahal dan rumit. Sampai sekarang tidak adajalur darat untuk mengirim pasokan. Dengan para mitra kami terus menjajagi semua jalur pasokan yang mungkin dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mencapai orang-orang yang membutuhkan," ujar Mahecic.

Mahecic mengatakan orang-orang yang melarikan diri dari pertempuran berlindung di banyak lokasi. Ia mengatakan sulit untuk mengikuti mereka karena banyak yang terus berpindah-pindah. Ia mengatakan sebelumnya bisa menyediakan bantuan bagi 1.700 orang di kamp Mabrouka di Hassakeh.

“Badan-badan bantuan berusaha menemukan cara-cara yang paling efektif untuk memberi bantuan di zona yang masih dilanda konflik dimana ranjau dan bom yang tidak meledak banyak ditemukan. Di tengah-tengah laporan kredibel mengenai kematian kami mengingatkan semua pihak mengenai kewajiban mereka untuk mematuhi hukum kemanusiaan internasional, bahwa warga sipil harus dilindungi dan tidak boleh dijadikan sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, Mahecic mengatakan UNHCR dan mitra-mitranya akan berusaha sebaik mungkin untuk menyediakan bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Ia mengatakan barang-barang bantuan bagi 50 ribu orang sudah tersedia, kamp-kamp sedang diperluas dan tenda serta peralatan darurat yang lebih banyak dikirim ke daerah tersebut. [my/ii]

XS
SM
MD
LG