Ayah wartawan Amerika Danny Fenster pada Senin (15/11) menyambut pembebasan putranya dari penjara di Myanmar yang dipimpin militer, setelah ditahan selama hampir enam bulan.
Fenster, yang pekan lalu dijatuhi hukuman 11 tahun kerja paksa, kemudian dibebaskan hari Senin dan memulai perjalanan pulangnya.
Berbicara kepada stasiun televisi Detroit WXYZ, sang ayah, Buddy Fenster, menggambarkan bagaimana keluarganya diberitahu untuk jangan pernah “putus asa” meskipun hukuman yang dijatuhkan berat.
Danny Fenster diserahkan kepada mantan diplomat AS Bill Richardson, yang membantu merundingkan pembebasan itu, dan keduanya telah mendarat di Doha, Qatar.
Fenster, redaktur pelaksana majalah online Frontier Myanmar, divonis bersalah pada Jumat lalu karena menyebarkan kabar palsu atau menghasut, menghubungi organisasi ilegal dan melanggar peraturan visa.
Beberapa hari menjelang vonis itu, ia diberitahu bahwa ia dikenai tuduhan tambahan berupa pelanggaran UU terorisme dan pengkhianatan yang membuatnya berisiko dihukum penjara seumur hidup.
Ia adalah satu dari 100 lebih wartawan, pejabat media atau penerbit yang ditahan sejak militer menyingkirkan pemerintah terpilih yang dipimpin pemenang Nobel, Aung San Suu Kyi, pada Februari lalu, dan hukuman terhadapnya adalah yang terberat sejauh ini.
Fenster telah ditahan sejak ia ditangkap di Bandara Internasional Yangon pada 24 Mei sewaktu akan menuju ke Detroit untuk bertemu keluarganya. [uh/lt]