Tautan-tautan Akses

Karena Pekerjaan Lamanya, Jurnalis AS ditahan di Myanmar


Danny Fenster, redaktur pelaksana dari situs berita Frontier Myanmar, telah ditahan di penjara Insein di Yangon, Myanmar, sejak 24 Mei 2021. (Foto: Courtesy Fenster family)

Seorang jurnalis asal Amerika Serikat, yang telah ditahan hampir lima bulan di Myanmar yang kini dikuasai militer, sedang dituntut atas pelanggaran yang diduga dilakukan kantor berita tempat ia pernah bekerja. Ia dituntut lebih dari enam bulan setelah keluar dari media itu, kata pengacara sang jurnalis pada Jumat (15/10).

Danny Fenster ditahan di Bandara Internasional Yangon pada 24 Mei ketika akan masuk pesawat dalam perjalananannya ke Amerika untuk menemui keluarganya. Dia adalah redaktur pelaksana Frontier Myanmar, majalah berita online yang berbasis di Yangon, kota terbesar Myanmar.

Organisasi media dan pemerintah Amerika telah meminta agar Fenster dibebaskan. Dia termasuk di antara sekitar 100 wartawan yang ditahan sejak pihak militer mengambilalih kekuasaan pada awal Februari lalu, dan menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi. Lebih dari setengah wartawan yang ditahan telah dibebaskan, tetapi media hingga kini tetap berada di bawah pembatasan ketat.

Fenster bekerja hingga Juli 2020 sebagai reporter dan editor untuk situs berita online Myanmar Now dan bergabung dengan Frontier Myanmar pada bulan berikutnya. Ketika rakyat semakin kuat menentang pengambilalihan militer, izin Myanmar Now, dan beberapa media lain, dicabut pada awal Maret lalu. Media itu dilarang terbit dalam platform apa pun tetapi terus beroperasi secara online secara sembunyi-sembunyi.

Pengacara Fenster Than Zaw Aung mengatakan hakim dalam sidang pendahuluan pada Jumat (15/10) mengatakan kepada kliennya bahwa setelah izin Myanmar Now dicabut, ia terus memposting berita tentang kegiatan organisasi yang menentang pengambilalihan kekuasaan oleh pihak militer. (ka/rs)

Recommended

XS
SM
MD
LG