Tautan-tautan Akses

AS

Awal Program Vaksinasi Covid-19 di AS Berjalan Lamban


Pemberian vaksin virus corona Pfizer-BioNTech di Indiana University Health, Methodist Hospital di Indianapolis, Indiana, AS, 16 Desember 2020. (Foto: REUTERS/Bryan Woolston)

Vaksinasi virus corona bagi rakyat Amerika dimulai dengan awal yang sangat lambat.

Pemerintahan presiden Donald Trump yang akan segera mengakhiri masa jabatannya memprediksi pada Desember lalu bahwa 20 juta orang akan diimunisasi pada akhir tahun.

Namun hingga Rabu (29/12), hanya 12,4 juta dosis yang telah didistribusikan secara nasional, sebut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC). Lembaga tersebut menyatakan 2,6 juta orang yang telah menerima suntikan itu, meskipun mungkin ada keterlambatan pelaporan.

Trump hanya berkomentar sedikit mengenai isu itu dalam beberapa pekan ini, ia lebih berfokus pada klaim tanpa pendukung bahwa ia dicurangi dalam usahanya meraih masa jabatan kedua di Gedung Putih. Namun ia mengemukakan lambannya vaksinasi itu di Twitter, dengan menulis, “Pemerintah federal telah mendistribusikan vaksin ke negara bagian-negara bagian. Sekarang terserah negara bagian untuk mengelolanya. Cepatlah bergerak!”

Banyak masalah telah muncul, termasuk kurangnya dana untuk melakukan imunisasi dan mempublikasikan ketersediaan vaksin di sejumlah komunitas. Setiap negara memutuskan sendiri siapa yang harus divaksinasi lebih dulu, meskipun para petugas layanan kesehatan dan lansia yang tinggal di panti-panti jompo diutamakan di banyak tempat.

Vaksin dirusak di Wisconsin

Para pejabat kesehatan di negara bagian Wisconsin menyatakan terkejut atas tindakan seorang pekerja di sebuah rumah sakit di luar kota terbesar di negara bagian itu, Milwaukee. Seorang apoteker yang tidak disebutkan namanya, kata para pejabat, mengaku secara sengaja merusak lebih dari 500 dosis vaksin virus corona dengan mengeluarkan vaksin tersebut dari lemari pendingin di apotek. Ia ditangkap pada hari Kamis (31/12).

Para pekerja rumah sakit memberikan vaksin tersebut sebelum menyadari bahwa apoteker itu telah merusaknya. Para pejabat menyatakan 57 orang yang menerima vaksin rusak tersebut telah diberitahu. Belum jelas benar apa langkah-langkah yang akan diambil rumah sakit di Grafton itu untuk memperbaiki situasi bagi orang-orang yang menerima vaksin rusak tersebut.

Para pejabat rumah sakit menyatakan mereka telah berkonsultasi dengan Moderna, pembuat vaksin itu, dan telah meyakinkan orang-orang yang menerima vaksin rusak itu tidak akan dirugikan.

Nancy Messonnier, direktur Pusat Nasional Imunisasi dan Penyakit Pernapasan CDC, mengatakan kepada wartawan bahwa laju imunisasi akan meningkat pekan depan. Tetapi hari Rabu ia mengatakan, “Kami selalu memperkirakan dan bersiap menghadapi hambatan.”

“Kita perlu ingat bahwa ini adalah vaksin baru pada platform baru dengan persyaratan yang cukup rumit untuk penyimpanan, penanganan dan pemberiannya,” lanjut Messonnier. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG