Tautan-tautan Akses

Australia Akan Tarik 80 Tentara Terakhirnya dari Afghanistan


Pasukan Australia berdiri tegak saat upacara hari ANZAC di Camp Armadillo di Provinsi Helmand, 25 April 2008. (Foto: REUTERS/Omar Sobhani)

Australia akan menuntaskan penarikan pasukannya dari Afghanistan September mendatang sejalan dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutu lainnya, kata perdana menteri Australia, Kamis (15/4). Kontribusi Australia untuk misi yang dipimpin NATO itu pernah melebihi 15.000 personel, tetapi kini hanya tersisa 80.

“Sejalan dengan Amerika Serikat dan sekutu serta mitra lainnya, pasukan Australia yang tersisa akan meninggalkan Afghanistan pada September, '' kata Perdana Menteri Scott Morrison, tanpa menyebutkan tanggal yang pasti. “Keputusan tersebut merupakan tonggak penting dalam sejarah militer Australia, '' tambahnya.

Presiden Joe Biden berencana menarik 2.500 tentara AS terakhir dari Afghanistan sebelum peringatan 20 tahun serangan teroris 11 September di Amerika Serikat yang memicu penempatan pasukan internasional besar-besaran di Afghanistan.

Lebih dari 39.000 personel militer Australia telah bertugas di Afghanistan sejak 2001, dan 41 orang tewas di sana.

Morrison terlihat emosional sewaktu membacakan nama-nama tentara Australia yang tewas antara 2002 dan 2014. Ia mengatakan pengorbanan pasukan Australia di Afghanistan berharga.

“Kebebasan selalu berharga. Rakyat Australia selalu percaya akan hal itu. Itulah mengapa warga Australia yang bertugas sebagai pasukan pertahanan kita selalu mengenakan seragam militer itu, '' kata Morrison.

“Mengenakan seragam itu dan mengabdi di bawah bendera Australia, mempertahankan nilai-nilai kita dan membela mereka adalah apa yang dilakukan rakyat Australia, dan 41 pria pemberani itu telah menunjukkan lebih dari yang dapat diharapkan oleh warga Australia lainnya, '' tambahnya.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan penarikan penuh aliansi itu akan selesai dalam beberapa bulan, tetapi tidak menyebut-menyebut 11 September sebagai patokan.

Citra militer Australia di Afghanistan telah ternoda dalam beberapa tahun terakhir menyusul munculnya tuduhan kejahatan perang. Australia tahun lalu membentuk lembaga investigasi untuk menyusun kasus pidana terhadap pasukan khusus Australia yang diduga melakukan kejahatan dari tahun 2005 hingga 2016.

Sebuah laporan militer yang dirilis pada November menemukan bukti bahwa pasukan elite Australia secara tidak sah membunuh 39 tahanan, petani, dan warga sipil Afghanistan. Laporan tersebut merekomendasikan 19 tentara dan mantan tentara menghadapi investigasi kriminal. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG