Tautan-tautan Akses

AS

Atasi Keluarga yang Menyeberang di Perbatasan Meksiko, Gedung Putih Cari Jalan Baru 


Ever Castillo (kiri) dan keluarganya, imigran dari Honduras, dikawal kembali melintasi perbatasan oleh agen Patroli Bea dan Perbatasan AS, 21 Juni 2018, di Hidalgo, Texas. (Foto: dok).

Laporan di surat kabar Washington Post menyatakan pemerintah Trump “secara aktif sedang mempertimbangkan rencana-rencana yang dapat kembali memisahkan anak-anak dan orang tua mereka di perbatasan Amerika-Meksiko.”

Dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, laporan itu menyatakan rencana-rencana itu sedang dipertimbangkan karena “melambungnya jumlah keluarga” yang berupaya masuk ke Amerika dari Meksiko.

Salah satu rencana itu akan memungkinkan pemerintah membatasi keluarga yang mencari suaka politik hingga 20 hari dan kemudian memberi mereka dua pilihan.

Satu pilihan akan membuat orang tua tetap berada dalam tahanan pemerintah dengan anak-anak mereka sementara kasusnya diproses di pengadilan, proses yang mungkin akan memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Pilihan lainya adalah memberi orang tua pilihan untuk mengijinkan pemerintah memindahkan anak-anak mereka ke tempat penampungan dimana sanak keluarga atau wali mereka dapat mengupayakan hak asuh.

Wakil Direktur Perhimpunan Kebebasan Sipil Amerika ACLU Lee Gelernt lewat pernyataan tertulis mengatakan “sangat mengganggu mengetahui pemerintah ini terus mencari cara membahayakan anak-anak.”

Surat kabar itu melaporkan bagaimana pun juga, Gedung Putih tidak berencana meninjau kembali kebijakan “pemisahan paksa yang kacau” yang diterapkan awal tahun ini, ketika sedikitnya 2.500 anak-anak dipisahkan dari orang tua mereka. Skema itu memicu kemarahan politik luas dan perintah pengadilan yang kemudian menghentikan pelaksaannya.

Sumber-sumber Washington Post mengatakan pejabat pemerintah “telah mengusulkan aturan baru yang akan memungkinkan menarik diri dari putusan pengadilan federal tahun 1997 yang melarang Badan Penegak Imigrasi dan Bea Cukai ICE menahan anak-anak di dalam tahanan selama lebih dari 20 hari.

Surat kabar itu melaporkan satu kendala kebijakan yang diusulkan tentang penahanan keluarga itu adalah kurangnya “wahana penahanan.” Ditambahkan, “belum jelas dimana pemerintah akan menahan seluruh orang tua yang mengijinkan pemerintah memisahkan mereka dari anak-anaknya itu.” [em]

XS
SM
MD
LG