Tautan-tautan Akses

AS Usir 2 Warga Kuba dari Misi PBB


Kedutaan Besar AS di Havana, Kuba, 12 Maret 2019.

Amerika Serikat telah mengusir dua anggota misi Kuba untuk PBB, menuduh mereka berusaha "melakukan operasi pengaruh" terhadap AS.

Departemen Luar Negeri tidak menyebut nama kedua warga Kuba itu atau memberikan informasi apa pun mengenai apa yang telah mereka lakukan. Juru bicara Morgan Ortagus mengatakan mereka "menyalahgunakan hak tinggalnya." Ia mengatakan anggota misi Kuba lainnya akan dibatasi pergerakannya di pulau Manhattan di New York, tempat misi dan markas besar PBB.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez menyebut pengusiran itu "tidak bisa dibenarkan," dan menambahkan di Twitter bahwa "tuduhan bahwa mereka mungkin telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan status diplomatik mereka adalah fitnah yang vulgar."

Hubungan antara AS dan Kuba meningkat pesat di bawah mantan Presiden AS Barack Obama. Ikatan diplomatik pada 2015 untuk pertama kalinya dipulihkan dalam lebih dari 50 tahun.

Tetapi hubungan itu menjadi dingin selama pemerintahan presiden Trump. Kedua negara saling tuduh pada 2017 setelah diplomat dan karyawan lainnya di kedutaan AS di Havana menderita penyakit misterius. Departemen Luar Negeri yakin penyakit itu disebabkan oleh suara bernada tinggi yang menargetkan kedutaan. AS menuduh Kuba bertanggung jawab. Kuba menyangkal tuduhan itu.

Trump juga marah atas dukungan Kuba pada rezim Maduro di Venezuela. [myt/ft]

XS
SM
MD
LG