Tautan-tautan Akses

AS Tak Hadiri Pembicaraan Ketika Pemimpin Asia Inginkan Kesepakatan Perdagangan Baru


Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brien berbicara pada acara KTT ASEAN di Nonthaburi, Thailand, Senin (4/11).

Presiden Donald Trump mengirim delegasi tingkat rendah ke pertemuan puncak penting dengan para pemimpin Asia Tenggara minggu ini, sehingga memicu keprihatinan mengenai komitmen AS terhadap kawasan itu sebagai mitra strategis.

Di Panggung Dunia, kehadiran sebuah negara bermakna penting. Pada KTT Asia Timur dan ASEAN minggu ini, Presiden Trump tidak hadir dan tidak mengirim Wakil Presiden atau Menteri Luar Negerinya. Sejalan dengan protokol diplomatik, para pemimpin Asia Tenggara juga tidak menghadiri pertemuan AS-ASEAN itu, dan sebagai gantinya, mengirim menteri luar negeri mereka untuk bertemu Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien, utusan khusus Trump untuk kedua KTT itu.

"Seperti dikatakan dalam suratnya, Presiden Trump ingin meyakinkan Anda mengenai komitmen Amerika yang kuat, baik secara lisan maupun tindakan kepada para sahabat, sekutu, dan mitra di ASEAN," kata O'Brien.

O'Brien menyampaikan undangan Trump kepada para pemimpin Asia Tenggara untuk pertemuan puncak di AS awal tahun depan.

Brian Harding adalah anggota Program ASEAN di Pusat Studi Strategis dan Internasional. “Saya yakin mereka menanggapi secara serius undangan tersebut. Mereka ingin Amerika terlibat secara lebih giat dan mereka akan melakukan perjalanan ke Amerika itu," ujarnya.

Sementara itu, para pengecam mengatakan pendapat Washington absen dalam perundingan regional itu termasuk isu perdagangan bebas dimana China berperan besar. Perjanjian ekonomi baru yang diprakarsai oleh Beijing sedang berlangsung di KTT itu.

"Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional" atau RCEP diharapkan akan diluncurkan tahun depan. Perjanjian Ini akan mencakup sepertiga dari PDB global dan hampir setengah dari populasi dunia.

Le Yuchen adalah Wakil Menteri Luar Negeri China.

"Kemitraan itu Jelas akan memainkan peran penting dalam mempromosikan integrasi ekonomi regional dan kerja sama lintas bidang khususnya dalam perdagangan dan investasi," tukasnya.

Kesepakatan multilateral lainnya, Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik, juga sedang berlangsung tanpa Washington.

Pemerintahan Trump lebih menyukai perjanjian perdagangan bilateral, namun belum mencapai perjanjian apa pun di wilayah tersebut. Brian Harding dari CSIS.

“Jepang sengaja memperlamban perundingan perdagangan bilateral. Vietnam yang berpotensi, tampaknya tidak tertarik. Filipina tidak tertarik. Mereka menyaksikan bagaimana Amerika memperlakukan sekutu dan mitra terdekatnya, Kanada, Meksiko, Eropa, Korea, dan mereka tidak ingin berurusan dengan hal itu," tambah Harding.

Sementara itu, perang dagang antara AS dan China terus menjadi kekhawatiran para pemimpin ASEAN.(my/jm)

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG