Tautan-tautan Akses

AS

AS Luncurkan Program Bantuan untuk Bantu Imigran Ilegal Terdampak Pandemi


Seorang pekerga menunjukkan poster dalam unjuk rasa menuntut hak-hak pekerja imigran yang melakukan pekerjaan esensial di New York, di tengah pandemi virus corona (Covid-19) di New York, 21 April 2020. (Foto: Reuters)

Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan program bantuan ekonomi kepada imigran ilegal yang tidak memenuhi syarat mendapat tunjangan paket stimulus federal di dua negara bagian. Tunjangan itu untuk membantu kesulitan keuangan masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Dana bantuan bagi imigran telah disiapkan di California dan Pennsylvania. Prakarsa serupa diluncurkan di Baltimore, Maryland.

Menurut pendukung imigran, pada saat banyak tenaga kerja di Amerika menganggur untuk meredam penyebaran virus corona, adalah kontraproduktif bila mereka yang tidak memiliki status keimigrasian tidak mendapat bantuan untuk memudahkan orang tetap di rumah.

Disahkan menjadi undang-undang pada Maret, Undang-Undang CARES memberi bantuan langsung tunai hingga $1.200 kepada warga berpenghasilan rendah dan menengah. Keluarga juga memenuhi syarat untuk mendapatan bantuan tunai sebesar $500 per anak di bawah usia 17 tahun.

Disahkan DPR yang dikuasai Demokrat dan Senat yang dikuasai Republik, RUU itu memberi tunjangan kepada warga Amerika dan penduduk tetap, tetapi tidak kepada imigran ilegal dan orang yang pasangannya ilegal.

Beberapa anggota DPR fraksi Demokrat mengkritik pengecualian itu dan menilainya tidak adil, mengingatkan bahwa banyak pekerja yang tanpa status keimigrasian membayar pajak federal. Sekutu Donald Trump, fraksi Republik di Capitol Hill, bergeming atas kritikan itu.

Berbagai tuntutan hukum diajukan, menentang penahanan stimulus yang seharusnya diberikan kepada keluarga dengan pasangan yang belum sah tinggal di Amerika, serta imigran gelap dengan anak-anak yang merupakan warga Amerika.[ka/pp]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG