Tautan-tautan Akses

Para pemimpin Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang, Jumat (7/7) sepakat untuk mendesak PBB agar mempercepat penerapan sanksi-sanksi terhadap Korea Utara, setelah negara itu meluncurkan misil antar benuanya pada 4 Juli lalu.

Ketiga pemimpin meminta masyarakat internasional agar menerapkan dengan segera semua resolusi Dewan Keamanan PBB yang dimaksudkan untuk menghukum Korea Utara, demikian salinan catatan percakapan antara Presiden Amerika Donald Trump, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada KTT G-20 di Hamburg, Jerman.

Mereka semua mengukuhkan kembali komitmen mereka untuk mendenuklirisasi Korea Utara, dan meminta negara-negara tetangga Korea Utara agar membantu meyakinkan negara itu untuk berhenti mengancam negara-negara lainnya dan mengakhiri program misil balistiknya.

Pertemuan itu berlangsung dua hari setelah Duta Besar Amerika untuk PBB Nikki Haley memperingatkan bahwa uji coba misil Korea Utara “dengan cepat menutup kemungkinan solusi diplomatik” dan mengatakan Amerika akan mengusulkan sanksi-sanksi baru PBB terhadap negara itu “dalam beberapa hari mendatang.”

Di antara sanksi-sanksi baru yang dipertimbangkan, demikian diindikasikan para pejabat Amerika, adalah pembatasan arus pasokan minyak dan energi lainnya ke program militer dan senjata Pyongyang, memperketat kontrol lalu lintas udara dan maritim ke Korea Utara, serta bertindak lebih jauh untuk menuntut pertanggungjawaban para pejabat senior pada rezim Kim Jong Un atas pembangkangan negara itu terhadap tuntutan internasional untuk mengakhiri program pembuatan senjata nuklirnya.

Halley juga menambahkan bahwa Washington akan siap memutuskan perdagangan dengan negara-negara yang melanggar resolusi PBB, yang melarang perdagangan dengan Korea Utara. [uh/ab]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG