Tautan-tautan Akses

AS, Korea Selatan Gagal Sepakat soal Biaya Kehadiran Militer AS


Veteran Perang Vietnam Korea Selatan melancarkan aksi protes untuk mengecam permintaan AS bagi kenaikan biaya atas kehadiran militar AS di Korsel, dalam aksi unjuk rasa di Seoul (foto: dok).

Amerika dan Korea Selatan gagal mencapai kesepakatan soal biaya kehadiran militer Amerika, demikian dikatakan para pejabat Korea Selatan hari Rabu (18/12), hanya beberapa hari sebelum perjanjian saat ini berakhir.

Para perunding Korea Selatan dan Amerika "memperluas pemahaman mereka" tentang sikap masing-masing dalam dua hari perundingan yang berakhir Rabu, tetapi harus siap untuk putaran negosiasi berikutnya pada Januari, demikian pernyataan kementerian luar negeri Korea Selatan.

Amerika dilaporkan menuntut Korea Selatan membayar lima kali lipat dari jumlah yang dibayarkan saat ini untuk membiayai sekitar 28 ribu tentara Amerika yang ditempatkan di Korea Selatan. Pejabat-pejabat Korea Selatan menolak tuntutan itu dan menilainya tidak masuk akal.

Dalam wawancara dengan media Korea Selatan, James DeHart, perunding utama Amerika mengisyaratkan fleksibilitas, dan menegaskan bahwa Amerika "tidak lagi berfokus" pada tuntutan semula.

Perunding Amerika dan Korea Selatan telah terlibat pembicaraan dalam beberapa putaran tahun ini, tetapi tampak bersikap semakin bertentangan sementara tenggat 31 Desember semakin dekat. Pada November, Amerika mempersingkat pembicaraan di Seoul, dan mengeluh, Korea Selatan "tidak menanggapi" tuntutan Amerika untuk "secara adil berbagi beban pembiayaan itu."

Trump selama puluhan tahun menuduh Korea Selatan dan sekutu lainnya mengambil keuntungan dari Amerika. Pada rapat umum Mei lalu di Florida, Trump menyebut negara tertentu "sangat kaya dan mungkin tidak terlalu menyukai kita." Komentar-komentar itu secara luas dianggap mengacu pada Korea Selatan.

Situasi itu memunculkan permusuhan di sebagian kalangan Korea Selatan. Dalam beberapa pekan ini, kelompok kecil anti-Amerika berdemonstrasi di luar kedutaan Amerika di Seoul, termasuk beberapa yang merusak poster dengan wajah Duta Besar Amerika Harry Harris. Oktober lalu, sekelompok demonstran masuk ke kawasan perumahan tempat tinggal Harris, membawa poster-poster tentang pembicaraan pertanggungan biaya tersebut.

Korea Selatan adalah salah satu pembeli terbesar senjata-senjata Amerika. Tahun 2017, Korea Selatan membelanjakan 2,6 % dari produk domestik brutonya untuk anggaran militer, menurut data Bank Dunia. Persentase itu lebih besar daripada yang dibayarkan anggota NATO, kecuali bagi Amerika.(ka/jm)

Recommended

XS
SM
MD
LG