Tautan-tautan Akses

AS-Inggris akan Tingkatkan Hubungan Perdagangan

  • Luis Ramirez

Menteri Perdagangan Inggris Liam Fox (kiri) dan delegasi Inggris bertemu pejabat perdagangan AS dari U.S. Trade Representative Robert Lighthizer dalam pertemuan di Washington DC, Senin (24/7).

Amerika Serikat dan Inggris hari Senin (24/7) meluncurkan perundingan pendahuluan di Washington mengenai kesepakatan perdagangan yang akan mengatur hubungan perdagangan baru antara kedua negara setelah Inggris keluar dari Uni Eropa.

Inggris berharap menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan yang berlaku sesuai kesepakatan Uni Eropa sekarang ini akan meningkatkan perdagangan dengan Amerika sebesar 40 miliar dolar tahun 2030.

Tidak seorangpun memperkirakan ini adalah perundingan yang mudah, tetapi para pejabat perdagangan Inggris yakin mereka mendapat dukungan dari kepemimpinan Amerika termasuk Kongres, dan khususnya Presiden Donald Trump.

Berbicara disela-sela KTT G-20 di Hamburg bulan ini, Trump mengatakan ia ingin bergerak cepat dalam hal kesepakatan perdagangan dengan Inggris.

Inggris bersiap untuk menempatkan diri pada posisi paling depan dalam perundingan perdagangan dengan Amerika, lebih dari setahun setelah Presiden Amerika waktu itu, Barack Obama, memperingatkan Inggris mengenai masa depan hubungan perdagangan pada masa depan jika Inggris keluar dari Uni Eropa. Dalam pernyataan yang memicu kemarahan para pegiat kampanye pro-Brexit, Obama mengatakan Inggris akan berada pada posisi antrian paling belakang dalam kesepakatan perdagangan dengan Amerika jika rakyat Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa.

Pemerintahan Perdana Menteri Theresa May berharap Brexit dan kebijakan Utamakan Amerika yang dijalankan Trump dapat menghindari risiko isolasionisme dan proteksionisme.

Adalah sangat penting untuk menjaga agar Amerika tetap berorientasi pada pendekatan perdagangan bebas karena Amerika memiliki perekonomian paling besar di dunia dan apa yang terjadi di Amerika akan mengimbas sisa dunia,” kata Menteri Perdagangan Inggris Liam Fox pekan lalu di Jenewa.

“Jadi saya pikir,” tambahnya, “mengarahkan perdebatan menjauh dari dorongan proteksionisme dan menuju perdebatan pasar bebas yang berdasar aturan adalah diskusi yang sangat penting bagi kita.”

Bagi Inggris, pertanian merupakan isu yang dapat menimbulkan masalah. Para pengecam mengemukakan perbedaan-perbedaan besar dalam metode bertani antara Inggris dan Amerika dalam hal penggunaan antibiotika dan tanaman yang direkayasa secara genetika, yang ditolak konsumen Inggris.

Hubungan sektor jasa keuangan yang penting sudah cukup kuat, dan ada yang berpendapat berurusan langsung dengan Amerika dapat berarti pertumbuhan lebih tinggi.

Fox memimpin delegasi Inggris melakukan kunjungan dua hari ke Washington dimana ia akan bertemu dengan Utusan Perdagangan Robert Lighthizer dan petinggi-petinggi Amerika lain.

Pembicaraan itu baru merupakan langkah pendahuluan. Inggris tidak dapat melakukan kesepakatan dagang apapun sebelum lepas dari Uni Eropa, dan itu baru akan terjadi dua tahun yang akan datang. [ds]

XS
SM
MD
LG