Tautan-tautan Akses

Mantan PM Inggris: Inggris Mungkin Batal Keluar dari Uni Eropa


FILE - Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair berbicara dalam acara pro-Eropa di London. (Foto: dok.)
FILE - Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair berbicara dalam acara pro-Eropa di London. (Foto: dok.)

Ada kemungkinan Inggris tidak akan keluar dari Uni Eropa, kata mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair hari Sabtu (15/7), dengan mengemukakan argumentasi bahwa pembatalan Brexit diperlukan untuk menghindarkan kerusakan ekonomi yang parah.

Dalam artikel yang dimuat oleh Institute for Global Change yang didirikan oleh Blair, ia menulis bahwa para pemimpin Uni Eropa mungkin bersedia “melakukan reformasi dan berkompromi dengan Inggris supaya Inggris tetap sebagai anggota Uni Eropa."

Ia mengatakan ini mungkin akan mencakup kompromi mengenai kebebasan berimigrasi antar anggota Uni Eropa – prinsip pokok Uni Eropa yang bertentangan dengan keinginan Inggris membatasi imigrasi.

Blair mengatakan keadaan di Inggris dan Eropa telah berubah sejak referendum Uni Eropa di Inggris bulan Juni tahun 2016. Eropa mempunyai beberapa pemimpin baru, termasuk Presiden Perancis yang berhaluan tengah Emmanuel Macron. Dan di Inggris, pemerintah konservatif telah menderita pukulan dalam pemilu bulan lalu.

Blair juga mengatakan kepada Sky News bahwa “setiap hari membawa indikasi baru bahwa Brexit merugikan Inggris," dengan pertumbuhan ekonomi yang melamban dan nilai pound sterling yang turun tajam sejak referendum keanggotaan Uni Eropa bulan Juni tahun 2016.

“Ini sedang menimbulkan kerugian sungguh-sungguh terhadap Inggris. Ini tidak meragukan lagi," katanya. “Saya kira sangat diperlukan bahwa Brexit tidak akan terjadi,” kata mantan Perdana Menteri Inggris itu.

Perdana Menteri Inggris Theresa May, yang bulan Maret memulai proses dua tahun keluarnya Inggris dari Uni Eropa, bersikeras bahwa proses itu tidak dapat dibatalkan. [gp]

XS
SM
MD
LG