Tautan-tautan Akses

AS Hambat Pengangkatan Mantan PM Palestina di PBB


Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, menghadiri pertemuan dengan Dewan Keamanan dan dalam pembahasan mengenai ancaman terorisme internasional di Markas Besar PBB (7/2). New York, New York, AS. (foto: AP Photo/Seth Wenig).

Pengangkatan mantan PM Palestina, Salam Fayyad, untuk memimpin misi politik PBB di Libya telah menghadapi hambatan dari Amerika Serikat.

Amerika Serikat telah menghambat pengangkatan seorang mantan perdana menteri Palestina untuk memimpin misi politik PBB di Libia.

Sekjen PBB Antonio Guterres memberitahu Dewan Keamanan PBB dalam sepucuk surat hari Kamis bahwa ia berencana menunjukkan ekonom yang berpendidikan Barat, Salam Fayyad, untuk jabatan itu. Fayyad yang dihormati kalangan internasional, saat ini berusia 84 tahun, pernah menjabat perdana menteri Penguasa Palestina dari tahun 2007 sampai 2013 dan menteri keuangan penguasa tersebut.

Tetapi dutabesar Amerika untuk PBB Nikki Haley mengeluarkan pernyataan Jumat malam yang mengatakan Amerika Serikat kecewa atas pilihan tersebut.

“Sudah terlalu lama PBB condong pada Penguasa Palestina dengan merugikan sekutu kami Israel,” kata Haley dalam pernyataannya. Dia menambahkan, “mulai dari sekarang, Amerika Serikat akan bertindak, bukan hanya berbicara, mendukung sekutu-sekutu kami.”

Amerika Serikat termasuk dalam minoritas anggota PBB yang tidak mengakui Palestina sebagai negara merdeka, yang hanya mempunyai status peninjau dalam PBB.

Bulan Desember lalu, pada hari-hari terakhir pemerintahan Obama, Amerika memilih untuk tidak memveto resolusi PBB yang mengekang pembangunan pemukiman Israel, dan membiarkan resolusi itu lolos. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut abstainnya Amerika dan resolusi itu sendiri memalukan dan mengatakan pemerintahnya akan meremehkannya.

Dutabesar Israel di PBB Danny Danson mengeluarkan pernyataan hari Jumat yang memuji pemerintahan Trump atas dukungannya pada negaranya. [gp]

XS
SM
MD
LG