Tautan-tautan Akses

Perancis Tuan Rumah Konferensi Internasional untuk Perdamaian Timteng


Menlu Perancis Jean-Marc Ayrault menyampaikan pidato kepada para delegasi pada pembukaan konferensi perdamaian Timur Tengah pada hari Minggu (15/1). Paris, Perancis. (foto: Thomas Samson/Pool Photo via AP)

Menlu Perancis mengatakan adalah tanggung jawab kita bersama untuk membawa Israel dan Palestina kembali ke meja perundingan.

Perancis menjadi tuan rumah konferensi internasioal untuk mempromosikan solusi dua negara untuk perdamaian di Timur Tengah.

“Tanggung-jawab bersama kita adalah mendatangkan Israel dan Palestina kembali ke meja perundingan,” kata Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault pada pembukaan konferensi hari Minggu. “Kita mengetahui itu sulit, tetapi apakah ada cara lain?”

Para delegasi dari lebih dari 70 negara menghadiri pertemuan Paris itu untuk menyatakan tentangan mereka terhadap pemukiman Israel di daerah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.

Wakil Israel atau wakil Palestina tidak menghadiri pertemuan itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pertemuan Paris itu “sia-sia” dan “berat sebelah.”

Bulan lalu, Amerika Serikat mengambil langkah bersejarah dengan sikap abstain dari pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB yang mengutuk Israel atas pemukimannya di daerah Palestina. Dalam tahun-tahun yang lalu mengenai resolusi serupa, Amerika Serikat menggunakan hak vetonya sebagai anggota permanen Dewan Keamanan, untuk menghentikan resolusi.

Tindakan tersebut dipandang sebagai keputusan oleh Gedung Putih untuk membuat pernyataan sikapnya mengenai Timur Tengah menjelang akhir masa jabatan 8-tahun pemerintahan Obama.

Palestina sudah lama mengemukakan bahwa pemukiman Yahudi di daerah-daerah yang mereka kehendaki sebagai bagian dari negara masa depan Palestina adalah illegal dan hambatan besar menuju penyelesaian damai yang terakhir.

Israel berkeras Yahudi mempunyai hak berdasarkan al-kitab atas tanah yang direbut dalam perang tahun 1967. Israel mengatakan penolakan Palestina mengakui hak Israel berdiri adalah hambatan utama jalan menuju perdamaian.

Lebih dari 500 ribu orang warga Israel tinggal di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang dipandang sebagian besar negara di dunia illegal. Pemerintahan Obama menyebutnya “tidak syah.” [gp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG