Tautan-tautan Akses

PM Israel Netanyahu kepada Presiden Trump: "Terima Kasih atas Persahabatan Mendalam"


Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel berencana mengadakan pembicaraan pertama dengan Presiden Amerika, Donald Trump melalui telpon hari Minggu.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengucapkan selamat kepada Presiden Donald Trump yang memulai masa jabatannya dan mengucapkan terima kasih atas “persahabatan yang mendalam” dengan Israel.

Dia juga menekankan pernyataan penting dalam pidato pelantikan Donald Trump.

Menekankan pada apa yang dilihatnya sebagai musuh bersama, Netanyahu mengatakan, ia sangat menghargai pendapat presiden baru atas "kesediaan memerangi teroris Islam radikal dengan kekuatan penuh."

"Teroris Radikal Islam" adalah ungkapan yang tidak digunakan oleh Presiden Barack Obama, salah satu dari banyak perbedaan pendapatnya dengan pemimpin Israel itu.

Netanyahu, yang berbicara dalam pertemuan kabinet mingguan di Yerusalem mengatakan, ada banyak hal penting untuk dibicarakan dengan Presiden Trump.

Dia mengatakan, masalah Israel-Palestina, situasi di Suriah dan ancaman nuklir Iran akan menjadi agenda utama.

Netanyahu berbicara setelah kabinet Israel menyetujui pembangunan 566 unit rumah baru untuk Yahudi di Yerusalem Timur yang disengketakan, di tanah yang diklaim Palestina sebagai bagian negara mereka pada masa depan.

Para pejabat mengatakan, ijin pembangunan ditunda karena oposisi dari pemerintahan Obama. Israel berharap pemerintahan Trump akan lebih bersimpati pada pembangunan pemukiman Yahudi, yang dilihat oleh Obama sebagai hambatan bagi perdamaian di sana. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG