Tautan-tautan Akses

AS

AS akan Soroti Aktivitas Iran yang Terus Menggoyahkan Kawasan


Duta Besar Amerika untuk PBB, Nikki Haley (Foto: dok).

Misi Amerika untuk PBB menyatakan Duta Besar Nikki Haley akan memanfaatkan konferensi pers hari Kamis (14/12) untuk “menguraikan berbagai aktivitas Iran yang terus menggoyahkan kawasan Timur Tengah” dan di berbagai tempat lainnya di dunia.

Haley akan membahas laporan PBB mengenai penerapan perjanjian nuklir yang dicapai Iran dengan Amerika Serikat, Inggris, China, Perancis, Rusia dan Jerman, yang juga meminta Iran agar tidak melakukan aktivitas rudal balistik yang dapat membawa hulu ledak nuklir.

Sebuah laporan menjelang pernyataan Haley itu menyebutkan ia akan menyampaikan “bukti yang tak terbantahkan” bahwa Iran tidak memenuhi kewajiban internasionalnya dan telah berusaha untuk menutup-nutupi tindakannya.

Presiden Amerika Donald Trump telah menolak perjanjian nuklir, yang disebut pendahulunya, Barack Obama, sebagai cara terbaik untuk memastikan Iran tidak membuat senjata nuklir. Kedua pemimpin berkeberatan atas uji coba rudal balistik Iran, sementara Iran menyatakan tidak berupaya membuat senjata nuklir dan memiliki hak untuk membuat rudal sebagai bagian dari pertahanannya.

Dalam laporan kepada Dewan Keamanan PBB, Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak Amerika Serikat agar mempertahankan komitmennya berdasarkan perjanjian nuklir itu dan “mempertimbangkan implikasi lebih luas terhadap kawasan sebelum mengambil langkah-langkah selanjutnya.” Ia juga meminta Iran agar “dengan hati-hati mempertimbangkan keprihatinan yang diajukan partisipan lain dalam perjanjian itu.”

Amerika Serikat dan Arab Saudi menuduh Iran mempersenjatai pemberontak Houthi di Yaman, termasuk rudal-rudal yang ditembakkan ke arah Arab Saudi pada bulan Juli dan November. Iran membantah mengirimkan senjata untuk Houthi.

Guterres mengatakan dalam laporannya bahwa PBB sedang menyelidiki tuduhan-tuduhan tersebut, dan bahwa meskipun pemeriksaan terhadap puing-puing rudal “menunjukkan asal usulnya,” para pejabat PBB masih menganalisis informasi tersebut. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG