Tautan-tautan Akses

AS

AS akan Permudah Penjualan dan Ekspor Senjata Api Ringan


Sebuah toko senjata api di Aurora, Colorado, AS (foto: ilustrasi). Pemerintahan Presiden Trump bersiap-siap untuk mempermudah penjualan senjata ringan buatan Amerika.

Pemerintahan Presiden Trump sedang bersiap-siap untuk mempermudah penjualan senjata ringan buatan Amerika, termasuk senapan serbu dan amunisinya, kepada para pembeli di luar negeri, kata beberapa pejabat senior Amerika.

Para pembantu Presiden Trump dilaporkan sedang menyiapkan perubahan peraturan yang akan mengalihkan pengawasan penjualan senjata non-militer dari Departemen Luar Negeri, kepada Departemen Perdagangan.

Departemen Luar Negeri pada umumnya lebih memperhatikan aspek ancaman internasional bagi stabilitas dan keamanan, dan mengenakan pembatasan yang ketat atas penjualan senjata; tapi Departemen Perdagangan lebih memusatkan perhatian pada mempermudah usaha perdagangan.

Para pejabat dari berbagai badan pemerintah, yang tidak mau disebut namanya, mengatakan peraturan baru itu akan mengurangi banyak peraturan ketat dan beaya-beaya pengaturan, meningkatkan ekspor senjata ringan Amerika, dan menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.

“Akan lebih banyak kemudahan untuk melakukan penjualan senjata,” kata seorang pejabat senior pemerintah kepada kantor berita Reuters. “Kalau dilakukan secara betul, peraturan baru ini akan sangat mempermudah penjualan senjata,” tambahnya.

Perubahan kebijakan ini agaknya sesuai dengan dukungan Presiden Trump bagi lobi senjata Amerika yang ditunjukkannya dalam masa kampanye pemilihan Presiden, dan slogan yang sering diulang-ulangnya “Buy American”, atau belilah barang buatan Amerika.

Tapi para pengecam, termasuk beberapa anggota Kongres dan pendukung pengawasan senjata telah menyatakan keprihatinan bahwa pelonggaran peraturan ekspor senjata itu akan memungkinkan geng-geng penjahat dan kelompok-kelompok militan mendapatkan senjata-senjata yang sering digunakan di Amerika dalam berbagai aksi penembakan massal.

Pejabat-pejabat pemerintah sudah hampir menyelesaikan rancangan peraturan baru itu, yang bisa diteruskan ke Kantor Anggaran Gedung Putih untuk dipelajari dalam beberapa hari saja, kata seorang pejabat pemerintah.

Perubahan itu, yang bisa diberlakukan tanpa persetujuan Kongres, mungkin akan diumumkan pada musim gugur ini, yang akan diikuti oleh masa singkat untuk mendapat masukan publik, sebelum diberlakukan pada pertengahan pertama tahun depan, kata para pejabat itu lagi.

Tiga orang senator Partai Demokrat, Ben Cardin, Diane Feinstein dan Patrick Leahy mengingatkan menteri LN Rex Tillerson dalam sebuah surat hari Jumat bahwa senjata api seperti itu sangat bertanggung jawab “dalam kecederaan dan kehancuran yang terjadi dalam konflik sipil dan militer di seluruh dunia.”

Penjualan senjata dalam negeri telah jauh menurun, setelah sempat melonjak dalam masa pemerintahan Presiden Obama, ketika para penggemar senjata api menimbun senjata dan amunisi karena takut pemerintah akan memperketat peraturan pemilikan senjata api.

Sejak terpilihnya Trump bulan November lalu, harga saham perusahaan senjata Smith & Wesson, turun 50 persen dan saham perusahaan lainnya Sturm Ruger, juga turun 26 persen.

Lobi senjata api Amerika yang sangat berpengaruh, NRA mendukung terpilihnya Presiden Trump. NRA menghabiskan lebih dari 30 juta dollar untuk mendukung kampanye Trump.

Departemen LN Amerika mengeluarkan izin ekspor senjata komersial yang bernilai empat milyar dollar tahun lalu. 3, 2 milyar dollar dari jumlah itu bisa dialihkan izinnya kepada departemen perdagangan, kata seorang pejabat lagi.

Dalam tahun-tahun belakangan ini, Kanada, Australia, Thailand dan Arab Saudi adalah negara-negara pembeli terbesar senjata non-militer Amerika, menurut data Biro Sensus Amerika. Setelah perizinannya dialihkan ke Departemen Perdagangan nanti, ekspor senjata Amerika itu bisa meningkat 15 sampai 20 persen per tahun, kata Lawrence Keane, wakil Presiden National Shooting Sports Foundation, sebuah asosiasi industri senjata api. [ii]

XS
SM
MD
LG