Tautan-tautan Akses

Bisakah Ampas Kopi Menjadi Bahan Bakar Diesel?


Periset di Universitas Lancaster di Inggris telah menemukan cara untuk mengubah ampas kopi, yang selama ini dipakai sebagai kompos untuk menyuburkan tanah, menjadi bahan bakar diesel nabati.

Timbunan sampah atau lebih tepat disebut gunung sampah terus tumbuh dengan cepat di negara industri dan negara berkembang. Kini para pakar sedang mengadakan eksperimen untuk menemukan cara-cara baru mendaur-ulang sampah-sampah itu menjadi barang yang berguna. Mulai dari bahan bakar nabati sampai makanan.

Kalau dilihat bentuk fisiknya, tidak ada persamaan antara ampas kopi dan plastik bekas. Tapi keduanya terbuat dari bahan karbon, dan karenanya punya energi yang bisa diperas dengan cara yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Periset di Universitas Lancaster di Inggris telah menemukan cara untuk mengubah ampas kopi, yang selama ini dipakai sebagai kompos untuk menyuburkan tanah, menjadi bahan bakar diesel nabati. Vesna Najdanovic, pakar di universitas Lancaster mengatakan, "Kami menggunakan proses yang disebut transestrifikasi, yang menggabungkan dua proses sekaligus, yaitu proses ekstraksi dan proses reaksi. Dalam dunia rekayasa kimia, apabila kita menggabungkan dua proses pengembangan menjadi satu, ongkos pengolahan dan sekaligus ongkos investasinya menjadi lebih murah."

Walaupun mobil yang digerakkan tenaga listrik semakin populer, para pakar mengatakan dalam masa dekat ini, truk-truk besar, lokomotif dan kapal-kapal barang masih akan menggunakan mesin diesel. Karena itulah minyak diesel yang dibuat dari ampas kopi bisa mendatangkan keuntungan.

Periset di Universitas Lancaster di Inggris telah menemukan cara untuk mengubah ampas kopi, yang selama ini dipakai sebagai kompos untuk menyuburkan tanah, menjadi bahan bakar diesel nabati.
Periset di Universitas Lancaster di Inggris telah menemukan cara untuk mengubah ampas kopi, yang selama ini dipakai sebagai kompos untuk menyuburkan tanah, menjadi bahan bakar diesel nabati.

Selain itu, para pakar Polandia mengatakan telah menemukan cara yang lebih mudah lagi untuk mengolah timbunan bahan-bahan plastik bekas menjadi minyak diesel nabati. Adam Handerek, inventor Polandia, mengatakan, "Semua orang tahu bahwa bahan polyethylene akan terurai menjadi rantai kimia yang lebih pendek apabila terpapar suhu yang tinggi. Itu bukan hal baru. Tapi yang menjadi kesulitan adalah bagaimana memanaskan bahan polyethylene itu supaya tidak terbakar di dalam reaktor."

Bahan bakar diesel nabati itu telah dites dan memenuhi standar emisi di Eropa ketika diujicoba di lembaga industri otomotif di Warsawa, dan pabrik pertama bahan bakar diesel itu akan dibuka permulaan tahun depan.

Sementara itu, pakar bioteknologi di Swedia mengatakan telah menemukan bakteri yang bisa mengubah bulu ayam menjadi asam amino yang bisa dicampurkan ke dalam makanan hewan.

Asam-asam amino adalah bahan pokok yang diperlukan tubuh untuk membentuk protein, karena 20 persen dari tubuh manusia terdiri dari protein, yang memainkan peran penting dalam berbagai proses biologis.

Menurut Mohammed Ibrahim, pakar pada perusahaan Bioextract, prosesnya sama sekali tidak menggunakan bahan kimia apapun. Ia menjelaskan bulu-bulu ayam itu lewat proses hidrolisis dijadikan semacam bubur cair, yang kaya dengan asam-asam amino, dan kemudian dicampurkan kedalam makanan ayam. Singkatnya, ayam-ayam itu akan dibesarkan dengan bulu sanak-saudaranya yang telah disembelih dan dimakan manusia. [ii]

XS
SM
MD
LG