Tautan-tautan Akses

Ambisi China Bangun Kembali 'Jalur Sutra' Asia ke Eropa

  • Henry Ridgwell

Untuk pertama kalinya, kereta angkutan China beroperasi langsung ke London, Inggris 18 Januari lalu.

Untuk pertama kalinya, kereta angkutan China beroperasi langsung ke London, Inggris pekan lalu, dan merupakan tonggak terbaru bagi ambisi China membangun kembali Jalur Sutra atau rute perdagangan dari Asia ke Eropa.

Pemerintah China sangat mendukung perdagangan bebas dan globalisasi pada hari-hari menyusul pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS yang mengklaim kebijakan perdagangan Beijing telah merusak perekonomian Amerika.

Setelah menempuh jarak 28.000 kilometer dan 18 hari, sebuah kereta barang China tiba di stasiun London tepat waktu minggu lalu. Kereta itu melewati Kazakhstan, Rusia, Belarus, Polandia, Jerman, Belgia dan Perancis, akhirnya menyeberang di bawah Selat Inggris. Kereta itu menarik gerbong yang dimuati 68 peti kemas berisi barang-barang rumah tangga, pakaian, kain, tas dan koper.

"Ini dua kali lebih cepat dibandingkan lewat laut, sehingga berperan penting. Dan seperti yang saya katakan, ini jauh lebih bersih dan lebih murah daripada angkutan udara. Maksud saya, kereta itu pencemarannya 20 kali lebih kecil dibanding angkutan udara," kata Philippa Edmunds.

Tapi dampak jenis angkutan ini lebih dari sekedar muatannya. Para pengamat mengatakan perjalanan bersejarah itu mengandung pesan politik bahwa China membina rute perdagangan dan pasar baru. Kereta itu sudah melayani 15 kota di Eropa untuk pengiriman barang dari China sebagai bagian dari inisiatif Beijing yang disebut “One Belt, One Road” itu.

Ketika kereta itu tiba di Eropa, perjalanan bersejarah lain sedang berlangsung dan Xi Jinping menjadi Presiden China pertama yang menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Swiss. Dia mengungkapkan dukungannya bagi globalisasi dan perdagangan bebas.

"Memberlakukan proteksionisme adalah seperti mengunci diri di sebuah ruangan gelap. Sementara angin dan hujan bisa dicegah masuk, namun demikian pula halnya dengan cahaya dan udara yang kita butuhkan," ungkap Xi Jinping.

Itu adalah kritik terselubung terhadap kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang mengecam kebijakan perdagangan China dan janjinya untuk mengutamakan kepentingan Amerika dalam semua kesepakatan pada masa depan.

Meskipun demikian, para pengamat mengatakan, pemerintahan Trump kemungkinan besar merintis sebuah era baru dalam hubungan perdagangan global, tetapi hasil dari penataan kembali itu sulit untuk diprediksi. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG