Tautan-tautan Akses

Al-Shabab Kuasai Pangkalan Militer Somalia


Ratusan pejuang al-Shabab yang baru dilatih melakukan latihan militer di daerah Lafofe, 18 kilometer selatan Mogadishu, Somalia, 17 Februari 2017. (Foto: dok).

Militan al-Shabab menyerbu sebuah pangkalan militer di dekat ibukota Somalia, Mogadishu, Jumat (29/9), dengan menggunakan bom-bom mobil bunuh diri disusul oleh serangan militan bersenjatakan senapan mesin berat, granat berpendorong roket dan senjata ringan lainnya.

Gubernur Shabelle Selatan, Ibrahim Aden Najah, mengatakan kepada VOA bahwa militan menyerang di dekat kota Barire, 47 kilometer sebelah barat daya Mogadishu.

Najah mengatakan pasukan pemerintah memukul mundur serangan awal yang dimulai sekitar pukul 4.30 pagi, tetapi militan melancarkan serangan kedua dan pertempuran sengit kemudian terjadi.

Al-Shabab menyatakan kedua pelaku serangan bunuh diri meledakkan dua mobil yang berisi bom, sebelum militannya menyerbu pangkalan tersebut. Kelompok tersebut mengklaim telah menguasai pangkalan itu, menewaskan “banyak tentara” dan menyita 11 kendaraan, lima di antaranya adalah kendaraan tempur. Reuters melaporkan sedikitnya 15 tentara tewas.

Seorang pejabat keamanan yang diberitahu mengenai serangan itu mengatakan, personel di pangkalan tersebut dibagi dalam dua kamp untuk alasan taktis. Satu kamp dijaga oleh pasukan khusus yang dilatih Amerika sementara kamp kedua dikelola oleh pasukan militer reguler. Ia mengatakan militan menyusup ke kamp yang dikelola oleh militer reguler.

Seorang sumber keamanan mengatakan dalam serangan itu militan al-Shabab mengganggu upaya-upaya untuk mengirim bantuan. Satu konvoi kendaraan militer dari pangkalan di dekatnya dihantam bom rakitan, sementara militan menembakkan mortar di markas lainnya, Laanta Buuro, dalam upaya menghadang pengiriman bala bantuan.

Para pejabat yakin bala bantuan itu akan tiba di markas tersebut dalam beberapa jam berikutnya.

Pasukan Somalia merebut Barire dari al-Shabab pada Agustus lalu. Pada 25 Agustus, pasukan Somalia yang didampingi para penasihat Amerika terlibat dalam insiden yang menewaskan 10 warga sipil di ladang pertanian di dekatnya. Pemerintah Somalia mengaku telah terjadi kekeliruan dan bertanggungjawab atas kematian warga sipil tersebut.

Pemimpin al-Shabab Ahmed Omar Abu Ubaidah bertekad membalas dendam atas konfrontasi maut itu.

Shabelle Selatan adalah daerah terbesar dan paling subur di Somalia, dan pemerintah berjuang keras untuk menyingkirkan al-Shabab dari kawasan itu. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG