Tautan-tautan Akses

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Awali Tahun Baru dengan Protes


Gerakan Anti Ekstradisi Hong Kong di Hari Tahun Baru 2020. (Foto: VOA / Iris Tong)

Para aktivis pro-demokrasi Hong Kong mengawali tahun 2020 dengan demonstrasi besar-besaran, Rabu (1/1), melanjutkan aksi protes yang berlangsung sejak pertengahan tahun lalu.

Bentrokan antara polisi dan demonstran yang menjerumuskan pusat finansial itu ke dalam krisis kembali terjadi pada jam-jam pertama 2020.

Polisi menembakkan gas air mata dan semprotan cabai untuk mengusir para demonstran yang membangun barikade di distrik Kowloon yang mengarah ke Pelabuhan Victoria yang bersejarah.

Pelabuhan itu menjadi lokasi pertunjukan cahaya Tahun Baru, menggantikan pertunjukan kembang api tahunan, yang tahun ini dibatalkan pihak berwenang karena alasan keamanan. Selama pertunjukkan berlangsung, para demonstran sesekali terdengar meneriakkan slogan-slogan pro-demokrasi.

Di lokasi lainnya di Hong Kong, para demonstran membentuk rantai manusia yang membentang sepanjang beberapa kilometer, melalui distrik-distrik perbelanjaan dan kawasan-kawasan permukiman.

Aksi protes pecah di Hong Kong ini awalnya dipicu oleh proposal undang-undang yang memungkinkan tersangka pelanggar hukum di Hong Kong diekstradisi ke China daratan untuk diadili. Meski legislasi itu akhirnya dibatalkan, protes berlanjut dengan tuntutan-tuntutan reformasi demokrasi dan penyelidikan atas tuduhan pelanggaran yang dilakukan polisi terhadap para demonstran. Aksi protes yang kerap ditangani secara keras itu menjerumuskan Hong Kong ke dalam resesi dan merusak reputasi kota itu sebagai salah satu wilayah teraman di dunia.

Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengungkapkan harapan akan terciptanya rekonsilisi dalam pesan video Tahun Baru-nya, sementara Presiden China Xi Jinping menyerukan stabilitas di wialyah itu. [ab/uh]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG