Tautan-tautan Akses

Akibat Gangguan KSB, Ratusan Warga Tembagapura Mengungsi ke Timika


Ratusan warga Tembagapura yang akan mengungsi ke Kota Timika antre memasuki bus, Minggu, 8 Maret 2020. (Foto: Polda Papua)

Hampir seribu orang di Tembagapura mengungsi ke Timika karena takut dan khawatir mendapat gangguan dari kelompok separatis bersenjata (KSB).

Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan sebanyak 917 warga yang berada di Distrik Tembagapura terpaksa mengungsi ke Kota Timika, Papua, untuk mencegah adanya korban dari KSB di wilayah tersebut.

Ratusan warga yang diungsikan ke Timika tersebut berasal dari beberapa kampung di Tembagapura yakni Longsoran, Batu Besar, Kimbeli dan Banti.

Ratusan warga itu mengungsi dari Tembagapura ke Timika karena takut atas aksi teror yang dilakukan oleh KSB. Kelompok tersebut melakukan pemerasan dengan menggunakan senjata api kepada warga.

"Kemudian untuk masyarakat dari Kampung Opitawak, Kimbeli, Banti 1 dan Banti 2 selanjutnya di antar ke rumah sanak saudaranya di wilayah Kota Timika dengan menggunakan kendaraan TNI, Polri dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika," kata Kamal dalam keterangan tertulisnya yang diterima VOA, Senin (9/3).

Lanjut Kamal, kehadiran aparat TNI-Polri di Tembagapura karena adanya penembakan yang dilakukan KSB beberapa waktu lalu di area PT Freeport Indonesia.

"Kami sangat prihatin dengan apa yang dilakukan kelompok tersebut, di mana masyarakat yang ada di kampung itu ingin hidup yang aman dan nyaman. Tapi mereka harus dihantui ketakutan dengan aksi yang tidak manusiawi yang dilakukan KSB," ujarnya.

Ratusan warga dari Tembagapura yang mengungsi ke Kota Timika, Senin 9 Maret 2020. (Foto: Polda Papua)
Ratusan warga dari Tembagapura yang mengungsi ke Kota Timika, Senin 9 Maret 2020. (Foto: Polda Papua)

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan saat ini situasi keamanan di Tembagapura masih relatif kondusif dan aman. Petugas gabungan dari TNI-Polri di Tembagapura meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi situasi atau aksi-aksi yang akan dilakukan oleh KSB.

"Kami tetap melakukan pemetaan dan identifikasi dari kelompok-kelompok mana yang memang masuk ke wilayah tersebut. Itu (kelompok) tidak bisa kami jelaskan demi keamanan pelaksanaan pengamanan," katanya saat dihubungi VOA.

Sementara itu, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom mengungkapkan tujuan dari petugas gabungan TNI-Polri mengungsikan ratusan warga di Tembagapura bukan karena takut dan khawatir terhadap kelompoknya.

"Setelah pasukan militer dan polisi Indonesia berhasil evakuasi masyarakat ke Timika, mereka mau lakukan operasi dengan menggunakan roket dan serangan helikopter ke kampung-kampung guna lumpuhkan kekuatan TPNPB," ungkap Sebby dalam keterangan resminya kepada VOA.

Kontak tembak antara KSB dengan petugas gabungan TNI-Polri di Tembagapura berlangsung pada 26 Februari 2020 hingga 6 Maret 2020. Dalam kontak senjata tersebut KSB pimpinan Lekagak Talenggen mengklaim telah menembak mati 17 anggota keamanan Indonesia. Namun, pihak dari Polda Papua menepis kabar tersebut dan menyebut pernyataan itu tidak benar. [aa/ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG