Tautan-tautan Akses

AS

Akibat Badai Harvey, Houston Diguyur Hujan Terderas dalam Sejarah Amerika


Para pengungsi mengarungi banjir akibat badai harvey yang menggenangi badan jalan raya Insterstate 610.(AP Photo/David J. Phillip)

Matahari muncul di langit Houston Selasa sore untuk pertamakalinya sejak Badai Harvey menghantam Texas hari Jumat, tetapi masalah yang dihadapi kota terbesar keempat di Amerika itu belum hilang. Jam malam dikeluarkan untuk seluruh kota setelah terjadi beberapa insiden penjarahan dan perampokan bersenjata.

Sejak badai melanda, curah hujan di Houston dan sekitarnya mencapai 124 sentimeter, tertinggi dalam sejarah di Amerika. Badai diyakini menyebabkan kematian sekurangnya sembilan orang, dan taksiran awal kerusakan akibat badai mencapai 100 miliar dolar.

Harvey yang sekarang melemah menjadi badai tropis, belum selesai. Badai yang bergulung itu bergerak menjauhi pantai ke Teluk Meksiko dan diperkirakan menuju daratan lagi Selasa malam di sepanjang perbatasan Texas-Louisiana, membawa curah hujan lagi sampai 30 sentimeter.

Walikota Houston Sylvester Turner memberlakukan jam malam dari tengah malam sampai pukul 5 pagi setelah terjadi sejumlah kejahatan dan beberapa orang ditahan. Tidak diketahui apakah jam malam mempengaruhi upaya pertolongan yang dilakukan siang malam tanpa henti.

Sekitar 100 ribu korban banjir memadati pusat konvensi Houston, jauh melebihi kapasitas, sehingga pihak berwenang mulai memindah sebagian ke arena bola basket milik tim profesional Houston Rockets. [ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG