Tautan-tautan Akses

Tulsi Gabbard Mundur dari Persaingan Bakal Capres Partai Demokrat


Tulsi Gabbard, salah satu bakal calon presiden dari Partai Demokrat, berkampanye di Wing Ding Diner, Clear Lake, Iowa, 9 Agustus 2019.
Tulsi Gabbard, salah satu bakal calon presiden dari Partai Demokrat, berkampanye di Wing Ding Diner, Clear Lake, Iowa, 9 Agustus 2019.

Anggota Kongres dari Hawaii, Tulsi Gabbard, telah mengakhiri kampanye kepresidenannya yang lesu untuk pencalonan Partai Demokrat dan memberi dukungannya kepada Joe Biden.

"Meskipun mungkin saya tidak setuju dengan wakil presiden dalam setiap masalah, saya tahu ia orang yang baik, dan ia termotivasi oleh cintanya bagi bangsa dan rakyat Amerika," kata Gabbard dalam sebuah video yang diunggah pada akun Twitternya, Kamis (19/3).

"Saya yakin ia akan memimpin negara kita, dibimbing oleh rasa hormat dan belas kasih Aloha, untuk kemudian membantu memulihkan dari perpecahan yang telah mengoyak bangsa kita,” kata Gabbarrd.

Biden menanggapinya dengan mengirim cuitan ucapan terima kasih.

"Saya bersyukur mendapat dukungannya dan berharap bisa bekerja sama dengannya untuk memulihkan kehormatan dan kepantasan di Gedung Putih," tulis Biden.

Gabbard adalah seorang mayor di Garda Nasional dan pernah bertugas di Irak. Ia berniat untuk terus mengabdi di Kongres dan di militer. Lahir di Samoa Amerika dan seorang penganut Hindu yang taat, Gabbard menyebut dirinyapemeluk Hindu pertama yang mengabdi di Kongres.

Gabbard mundur dari persaingan dengan memperoleh hanya dua suara delegasi setelah gagal memenuhi syarat untuk setiap debat setelah debat kelima. Meskipun ia tidak pernah bermasalah dengan para pemilih Partai Demokrat, kampanyenya bukan tanpa kontroversi.

Ia membuat marah banyak rekannya dari Partai Demokrat ketika dia memilih "hadir" daripada "ya" saat DPR melakukan pemungutan suara untuk memakzulkan Presiden AS Donald Trump, dengan mengatakan ia melakukan apa yang menurutnya terbaik bagi negara. [my/pp]

XS
SM
MD
LG