Tautan-tautan Akses

Presiden Rusia Utarakan Kekecewaan Atas Kemungkinan Sanksi Baru AS


Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengepalai pertemuan Dewan Keamanan di Moskow, Rusia, hari Jum’at, 16 Juni 2017 (foto: Alexei Druzhinin/Foto Pool via AP)

Kemungkinan sanksi baru oleh Amerika Serikat telah menimbulkan kekecewaan Presiden Rusia, Vladimir Putin, namun ia mengatakan masih terlalu awal untuk membicarakan kemungkinan “tindakan balasan.”

Presiden Rusia Vladimir Putin mengutarakan kekecewaan hari Sabtu atas kemungkinan sanksi baru yang hendak dikenakan terhadap negaranya oleh Amerika Serikat, tetapi mengatakan masih terlalu dini untuk berbicara mengenai “tindak balasan.”

“Ini akan benar-benar mempersulit hubungan Rusia-Amerika. Saya kira ini merusak,” kata Putin kepada kantor berita pemerintah RIA.

Senat Amerika memberi suara yang sangat besar pekan ini untuk memperkuat sanksi terhadap Rusia sebagai hukuman atas usahanya mempengaruhi pemilihan presiden Amerika tahun 2016.

Sasaran sanksi baru itu, yang lolos dalam Senat hari Rabu, adalah warga Rusia yang terlibat dalam pelanggaran serius hak azasi manusia, pemasokan senjata kepada pemerintah Suriah, melakukan kejahatan di dunia maya serta melakukan kegiatan usaha dengan pertahanan dan intelijen Rusia.

Sanksi yang diusulkan tersebut masih harus disetujui oleh DPR dan ditandatangani oleh Presiden Donald Trump, dan inilah sebabnya Putin mengatakan ia akan menunggu untuk melihat bagaimana keadaan seterusnya.

Gedung Putih belum mengatakan apakah Trump akan menanda-tangani atau memveto rancangan itu, tetapi Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson memberi kesaksian di gedung Kongres pekan ini dan mengingatkan agar jangan membuat rancangan undang-undang yang akan menghentikan dialog dengan Moskow.

Ia meminta agar Kongres memberi keluwesan kepada pemerintahan Trump untuk meningkatkan tekanan sekiranya dibutuhkan di masa depan. [gp]

XS
SM
MD
LG