Tautan-tautan Akses

AS

Laporan: Jaksa Khusus Selidiki Trump Terkait Kemungkinan Hambat Proses Hukum


Jaksa dan Mantan Direktur FBI, Robert Mueller (kanan) tiba di Gedung Federal Phillip Burton, San Francisco, 21 April 2016 (Foto: dok).

Jaksa khusus yang menyelidiki pengaruh Rusia terhadap pemilu Amerika tahun lalu dan kemungkinan kaitannya dengan kampanye Presiden Donald Trump telah meluaskan penyelidikan hingga mencakup apakah presiden menghambat hukum.

Hal tersebut terungkap Rabu malam dalam artikel yang diterbitkan Washington Post, New York Times dan Wall Street Journal, berdasarkan pernyataan orang-orang yang mengetahui penyelidikan itu.

Menurut surat-surat kabar tersebut, jaksa khusus Robert Mueller berencana mewawancarai Direktur Intelijen Nasional Dan Coats, Direktur Badan Keamanan Nasional (NSA) Michael Rogers dan mantan Deputi Direktur NSA Richard Ledgett.

Menurut laporan the Post dan Wall Street Journal, Ledgett menulis memo yang memaparkan percakapan telepon Trump dengan Coats, di mana presiden meminta Coats agar secara terbuka menyatakan kampanyenya tidak berkolusi dengan Rusia.

The Post lebih lanjut menyatakan Trump mengajukan permintaan serupa dalam percakapan telepon dengan Rogers.

Mark Corallo, seorang juru bicara pengacara pribadi Trump, mengatakan, “Pembocoran informasi oleh FBI terkait presiden adalah menghina, tak dapat dibenarkan dan ilegal.”

Ketua Komite Nasional Partai Republik Ronna McDaniel mengritik laporan the Post yang disebutnya sebagai tuduhan tak berdasar.

"Masih belum ada bukti mengenai penghambatan, dan para pemimpin dan mantan pemimpin di komunitas intelijen telah berulangkali menyatakan tidak ada upaya untuk menghambat investigasi,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Pada Mei lalu, Trump memecat Direktur FBI James Comey, dengan mengatakan ia memikirkan mengenai masalah Rusia itu sewaktu memutuskan untuk memberhentikan pejabat penegakan hukum senior Amerika itu sewaktu Comey memimpin penyelidikan FBI mengenai campur tangan Rusia.

Sekitar sepekan kemudian, Mueller diangkat sebagai jaksa khusus untuk memimpin penyelidikan tersebut.

Comey memberi kesaksian di hadapan sebuah panel di Senat pekan lalu bahwa Trump berbicara secara pribadi dengannya beberapa kali, termasuk melalui telepon dan pada pertemuan di kantor Trump di Gedung Putih.

Comey menyatkana ia meyakini Trump berusaha membuatnya menghentikan penyelidikan terhadap mantan penasihat keamanan nasional presiden, dan bahwa para pejabat Gedung Putih menyebarkan kebohongan untuk menutup-nutupi alasan pemecatannya. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG